Gonta-ganti Kebijakan Selama Pandemi Bikin GeNose C19 Jadi 'Pengangguran'

Oleh Abelda Gunawan pada 03 Agu 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 03 Agu 2021, 13:00 WIB
Peningkatan Tarif Pemeriksaan GeNose
Perbesar
Calon penumpang mengembuskan nafasnya ke dalam kantong untuk dites COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (24/3/2021). PT KAI (Persero) menaikkan tarif pemeriksaan tes GeNose C19 di sejumlah stasiun dari Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Balikpapan - Munculnya kebijakan baru dalam persyaratan pelaku perjalanan yakni negatif antigen atau PCR, membuat alat GeNose C19 tak lagi digunakan alias menganggur.

Padahal, sebelumnya alat GeNose C19 telah diterapkan di bandara, pelabuhan, maupun penyeberangan feri di Balikpapan. Harga yang murah membuat GeNose C19 menjadi pilihan bagi para calon penumpang dibandingkan harus memilih antigen ataupun PCR. Bagaimana tidak, untuk biaya pemeriksaan GeNose C19 hanya mengeluarkan biaya Rp40 ribu.

Namun, kini alat tersebut tak lagi digunakan. Kebijakan baru sejak munculnya aturan PPKM Darurat hingga kini berubah nama menjadi PPKM Level IV, membuat GeNose C19 tidak masuk dalam persyaratan.

"Sementara ini tidak ada GeNose, alatnya mungkin disimpan penyelenggara," ujar Retnowati, Humas Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Menunggu Arahan Pimpinan Pusat

Retno sendiri mengaku belum mengetahui nasib dari alat GeNose C19 tersebut. Pihaknya hanya menunggu arahan dari pemerintah pusat apakah dapat digunakan lagi ke depannya atau tidak.

"Kalau lihat kondisi sekarang sepertinya tidak ada lagi. Tapi kalau ke depannya ada kebijakan untuk digunakan lagi ya kita ikut aturannya saja," tuturnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tak Dipakai di Pelabuhan Balikpapan

pelabuhan kariangau balikpapan kaltim
Perbesar
(Abelda Gunawan/Liputan6.com)

Hal yang sama dialami di Pelabuhan Semayang. Dua alat GeNose C19 juga menganggur lantaran kebijakan saat ini mewajibkan penumpang menyertakan hasil negatif antigen serta surat vaksin.

"Kalau GeNose C19 untuk sementara tidak difungsikan lagi. Sekarang kita mengikut ke imbauan pemerintah untuk gunakan PCR," ungkap Fanny Herling, Manager Pelayanan Barang dan Aneka Usaha Pelindo IV Balikpapan.

Diketahui sebelumnya investasi alat GeNose C19 di Pelabuhan Semayang sebesar Rp 150 juta per unitnya. Kini, dua unit GeNose C19 tersebut menganggur dan tak lagi digunakan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya