Ekonomi Mandek, Mayoritas Orang Indonesia Tak Setuju PPKM Diperpanjang

Oleh Liputan6.com pada 30 Jul 2021, 19:55 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 20:07 WIB
Bendera Putih
Perbesar
Sejumlah restoran di Bandung, Jawa Barat, mulai mengibarkan bendera putih tanda menyerah oleh kebijakan PPKM. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Mayoritas publik menyatakan tidak setuju dengan kebijakan perpanjangan PPKM Darurat, atau yang sempat diperpanjang pemerintah dengan mengubahnya menjadi PPKM Level 4. Hal itu terlihat dari hasil survei yang dirilis lembaga survei Suara Milenial Institute bertema“Survei Persepsi Milenial atas PPKM & Partai Politik”, Jumat (30/7/2021).

Menurut Direktur Eksekutif Suara Milenial Institute, Muhammad Aderman, masyarakat Indonesia lebih banyak memilih untuk menghentikan PPKM Darurat, walaupun tidak terlalu signfikan.

"Ketika ditanyakan kepada responden terkait setuju tidaknya jika pemerintah melakukan perpanjangan PPKM Darurat. Terlihat publik yang tidak setuju atas perpanjangan PPKM Darurat atau PPKM level 4 lebih besar, yaitu 44,3 persen. Ketimbang publik yang setuju perpanjangan PPKM, sebesar 40,6 persen. Sedangkan 15,1 persen menjawab tidak tahu," katanya, Jumat (30/7/2021).

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ekonomi Mandek

Adapun tiga alasan teratas yang melatarbelakangi ketidaksetujuan responden atas diperpanjangnya PPKM Darurat, antara lain agar kegiatan ekonomi tidak mati sebanyak 12,6 persen. Tidak adanya bantuan ketika tidak bekerja, sebesar 8,6 persen, dan supaya bisa cari uang sebanyak 4,4 persen.

"Mereka yang setuju PPKM Darurat dilanjutkan juga dilatari oleh beberapa alasan, berdasarkan survei terdapat tiga alasan terbesar, antara lain jumlah korban Covid-19 masih tinggi sebesar 16,9 persen. Lebih efektif dalam mencegah Covid sebesar 13,8 persen, dan 9,4 persen percaya PPKM Darurat akan mengurangi kerumunan orang di luar," katanya.

Survei ini dilakukan pada tanggal 15-22 Juli 2021 dengan pengambilan sampel menggunakan metode random sampling melalui melalui telepon dengan total responden sebanyak 1.000 orang dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 3,01 persen tingkat kepercayaan 95 persen.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya