KILAS NUSANTARA: Viral Penjual Cilok Nyentrik Berdandan seperti Pejabat

Oleh Ahmad Apriyono pada 30 Jul 2021, 00:00 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 00:00 WIB
Pedagang Cilok Nyentrik
Perbesar
Penjual bakso cilok nyentrik viral di media sosial. (Liputan6.com/ Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Penjual bakso cilok nyentrik viral di media sosial. Usut punya usut, namanya Lutfi Ramli (34), dia berdagang bakso dengan penampilan bak pejabat, pakai jas, dasi, celana licin dan sepatu mengkilat. Penjual bakso yang biasa ditemukan di Kelurahan Punia, Mataram, NTB, ini sontak menjadi bahan perbicangan hangat usai banyak yang membagikannya di media sosial. Menurut pengakuannya, dia Lutfi tidak berniat ingin viral, dirinya hanya ingin melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 membuat pedagang kecil seperti banyak kehilangan pelanggan. Dirinya hanya memutar otak bagaimana caranya agar jualan bakso ciloknya kembali bergairah. Penjual Bakso Cilok Pejabat itu hanya berharap, pedagang kecil seperti dirinya mendapat perhatian lebih dari pemerintah di tengah situasi yang tidak menentu akibat pandemi yang juga belum usai ini.

 

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Viral Video Perawat Diduga Memberikan Cairan Infus Kedaluwarsa

Ilustrasi infus
Perbesar
Ilustrasi infus (The Atlantic)

Video diduga seorang perawat memberikan infus kedaluwarsa kepada seorang balita viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di RSUD Kotapinang, Labuhanbatu Selatan, Sumut. Dalam video yang tersebar itu terlihat seorang balita terbaring lemah di rumah sakit dengan infus di tangannya. Suara protes terdengar dalam video yang diduga suara sang ibu. Ibu itu protes kepada perawat karena sang sanak diberikan cairan infus yang sudah kedaluwarsa.

Mulanya pihak keluarga tidak mengetahui kalau yang dipakai adalah cairan kedaluwarsa. Hal itu baru terungkap saat sang ibu pasien hendak menggantikan popok, lalu melihat tulisan dalam botol yang ternyata cairan infus sudah kedaluwarsa. Pihak keluarga balita kemudian melaporkan kejadian itu  polisi. Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Setiawan membenarkan ada laporan itu. Pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk pihak rumah sakit.

 

 

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Viral Pria Mengaku Petugas Puskesmas Minta Foto Payudara ke Peserta Vaksin

Ilustrasi
Perbesar
Semua pihak harus memberantas kasus pelecehan seksual yang kian marak terjadi. Apa yang bisa kita lakukan?

Kabar seorang yang mengaku pegawai Puskesmas Teras Boyolali meminta foto payudara peserta vaksin Covid-19 viral di media sosial. Tak lama, pelaku tersebut berhasil diamankan petugas kepolisian. Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Boyolali, Iptu Joko Purwadi mengatakan, usai viral di medsos, timnya langsung bergerak meminta keterangan sejumlah pihak, juga kepada peserta vaksin yang menjadi korban.

Pelakunya ternyata orang yang masih satu rekan kerja dengan dua orang peserta vaksin yang menjadi korban pelecehan itu. Pelaku berinisial N (47) warga Sukoharjo. Di hadapan polisi, pelaku mengaku hanya iseng karena teman satu kantor dan dia sudah mengetahui nomor ponselnya. Joko memastikan, tidak ada data penerima vaksin yang bocor.

Pelaku N mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada dua orang rekan kerjanya itu. N pun dimaafkan, dan pihak puskesmas meminta pelaku membuat video klarifikasi. Kasus ini pun tidak dilanjutkan ke ranah hukum.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya