Perjuangan Lanal Mamuju Ajak Masyarakat Kepulauan Terluar untuk Vaksin Covid-19

Oleh Abdul Rajab Umar pada 30 Jul 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 18:32 WIB
Lanal Mamuju
Perbesar
Serbuan Vaksin Covid-19 Masyarakat Maritim Lanal Mamuju di Kepulauan Balabalakang (Liputan6.com/Abdul Rajab Umar)

Liputan6.com, Mamuju - Sebagai salah satu garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di daerah, Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk taat protokol kesehatan, serta mengajak mereka untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 yang digalakkan oleh pemerintah.

Lanal Mamuju terus bergerak melalui program "Serbuan Vaksin Covid-19 Masyarakat Maritim". Melalui program ini Lanal Mamuju terus mengajak masyarakat untuk divaksin guna membentuk kekebalan kelompok agar tak mudah terpapar Covid-19, serta mengampanyekan penerapan protokol kesehatan.

"Melalui program ini kita bisa mengkampanyekan vaksinasi, sembari mengajak masyarakat taat prokes. Kita menyasar masyarakat yang ada di wilayah pesisir dan kepulauan. Utamanya masyarakat yang ada di sekitar Mako Lanal Mamuju," kata Danlanal Mamuju, Letkol Marinir La Ode Jimmy HR kepada Liputan6.com, Rabu (28/7/2021).

La Ode bersyukur program yang dilakukan oleh Lanal Mamuju mendapat antusias yang tinggi dari masyarakat, target harian mereka selalu tercapai selama program vaksinasi dilaksanakan di daerah pesisir. Hal itu menandakan sudah banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya vaksin bagi mereka di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Alhamdulillah, saat ini masyarakat sudah mulai antusias datang sendiri untuk divaksin. Tentu hal ini sangat bagus dalam mendukung percepatan vaksinasi Covid-19 di daerah kita," ujar La Ode.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Vaksinasi Masyarakat Kepulauan Balabalakang

Lanal Mamuju
Perbesar
Tim Vaksinator Lanal Mamuju saat vaksinasi di Pulau Ambo (Liputan6.com/Abdul Rajab Umar)

Antusiasme masyarakat di wilayah pesisir berbanding terbalik dengan mereka yang berada di kepulauan utamanya di gugusan Kepulauan Balabalakang yang berjarak 90 mil laut dari pusat Kabupaten Mamuju. Kepulauan Balabalakang merupakan wilayah terluar Sulawesi Barat dan lebih dekat ke wilayah Kalimantan Timur.

Tim vaksinastor Lanal Mamuju bertolak ke Kepulauan Balabalakang pada 7 Juli 2021 dengan menggunakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Manakarra dengan menempuh perjalanan laut kurang lebih 8 jam. Lanal Mamuju membuka posko vaksinasi di dua titik selama 4 hari, yakni Pulau Popongan dan Pulau Ambo.

Setibanya di Pulau Popongan dan Ambo mereka tidak langsung membuka posko vaksinasi, tapi terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Karena, rata-rata masyarakat Kepulauan Balabalakang takut untuk menerima suntikan vaksin Covid-19.

"Karena mereka membaca berita di media sosial, kemudian mendengar dari mulut ke mulut terkait isu hoaks mengenai vaksin Covid-19. Jadi kita sosialisasi terlebih dahulu," kata La Ode.

La Ode mengungkapkan, tidak mudah bagi mereka untuk meyakinkan masyarkat di Pulau Popongan dan Ambo agar ikuti vaksinasi Covid-19. Mereka harus bersabar menunggu masyarakat satu per satu datang ke posko vaksinasi, sambari terus melakukan sosialisasi dengan mengajak kepala desa, tokoh agama, masyarakat, dan pemuda.

"Mereka tidak tahu seperti apa kejadian sebenarnya (KIPI). Jadi kita tidak memaksa masyarakat untuk divaksin. Kita vaksin satu dua warga dahulu, kemudian setelah satu dua hari tidak ada gejala ikutan, baru mereka mau ikut divaksin," terang La Ode.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sosialisasi ke Masyarakat

Lanal Mamuju
Perbesar
Tim Vaksinasi Lanal Mamuju saat bersosialisasi kepada warga (Liputan6.com/Abdul Rajab Umar)

Lao Ode mengungkapkan, terkait kurangnya minat masyarakat di kepulauan terluar Sulawesi Barat untuk mengikuti vaksinasi dikarenakan kurang sosialisasi yang sampai ke mereka mengenai manfaat dari vaksin Covid-19. Karena selama ini mereka hanya menerima info menganai vaksin tidak utuh dan kebanyakan hanya berita negatif di media sosial yang mereka lihat dan baca.

"Tempat mereka memang cukup jauh, sehingga sosialisasi tidak sampai ke sini. Setelah mereka melihat apa yang terjadi setelah vaksin tidak sesuai dengan yang mereka baca dan lihat di media sosial, akhirnya mereka berbondong-bondong minta untuk divaksin," tutur La Ode.

Karena menurut La Ode, saat mereka membuka dialog dengan masyarakat, kebanyakan dari mereka mempertanyakan terkait isu atau berita yang negatif menganai vaksinasi Covid-19. Jadi, saat tim Lanal Mamuju meninggalkan Kepulauan Balabalakang masih banyak masyarakat di Kepulauan Balabalakang yang belum menerima suntikan vaksin Covid-19.

"Masyarakat di Kepulauan Balabalakang waktu kita tinggalkan kemarin memang belum terlalu berminat untuk divaksin. Tapi, jika memang mereka sudah siap lagi, kita akan berangkat ke sana dan melakukan vaksinasi," tegas La Ode.

La Ode berharap, masyarakat dapat sadar akan pentingnya vaksinasi Covid-19, karena menurutnya vaksinasi tidak hanya bertujuan untuk Covid-19, tetapi juga untuk meningkatkan imunitas tubuh sehingga tidak mudah terserang virus penyakit.

"Jadi Lanal Mamuju akan selalu melaksanakan sosialisasi terkait vaksinasi dan protokol kesehatan untuk menghantikan penyebaran Covid-19 ini," tutup La Ode.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya