Kasus Covid-19 di Kota Bandung Meningkat, Apakah karena Klaster Demo?

Oleh Huyogo Simbolon pada 26 Jul 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 12:00 WIB
Tes Swab
Perbesar
Petugas mengambil sampel usap dari saluran pernapasan saat dilakukan tes swab di GOR Saparua, Kota Bandung, Kamis (10/9/2020). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Liputan6.com, Bandung - Angka kasus harian positif Covid-19 di Kota Bandung meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung, Minggu (25/7/2021), jumlah terkonfirmasi aktif bertambah 383 kasus sehingga totalnya mencapai 8.203 kasus.

Pada Sabtu (24/7/2021), jumlah terkonfirmasi aktif bahkan bertambah 525 kasus. Kemudian, pada Jumat (23/7/2021) jumlah terkonfirmasi aktif bertambah 750 kasus.

Adapun total kasus terkonfirmasi di Kota Bandung sampai Minggu (25/7/2021) jumlahnya mencapai 34.865 kasus. Kabar baiknya, jumlah angka kesembuhan secara keseluruhan kini mencapai 25.491. Di sisi lain, angka kematian kini tecatat sebanyak 1.171 kasus.

Sementara berdasarkan peta penyebaran kasus Covid-19 di laman Pusicov, Kecamatan Kiaracondong masih menempati urutan teratas kasus Covid-19. Di kecamatan ini, tercatat total 1.807 kasus positif dan 612 di antaranya merupakan kasus aktif.

Sedangkan, kecamatan terendah kasus Covid-19 berada di Kecamatan Cinambo. Di kecamatan ini, tercatat total kasus positif 484 dan 48 di antaranya kasus aktif.

Kota Bandung hingga kini tetap memberlakukan PPKM Level 4. Kebijakan tersebut mengikuti instruksi pemerintah pusat yang memperpanjang PPKM hingga 2 Agustus 2021 mendatang.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, selama masa perpanjangan PPKM di Kota Bandung, kasus Covid-19 masih terbilang tinggi lantaran kegiatan tracing cukup intens. Hal ini menjawab pertanyaan apakah kenaikan kasus Covid-19 ini disebabkan aksi demo yang terjadi beberapa hari lalu.

Oleh karena itu, Pemkot Bandung akan selalu mengikuti arahan pusat walaupun nanti menyesuaikan dengan situasi kondisi lokal.

"Kasus Covid-19 tinggi itu konsekuensi dari kegiatan tracing yang memang targetnya tinggi juga. Sekarang terpetakan jauh lebih banyak dan meningkat dari komulatif dan kasus aktifnya. Kasus positif banyak itu karena memang tes yang dilakukannya banyak dan itu bagus menurut saya karena kami tahu situasi berapa jumlah orang yang terpaparnya," ujar Ema.

Meski demikian, Ema berujar bahwa keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 sudah di angka 76,08 persen dari sebelumnya sempat di angka 92 persen dan 80 persen.

"Artinya, memang tingkat kesembuhan juga sudah tinggi. Sekarang saja kumulatif konfirmasi sembuh sudah berjumlah 25.491 orang," kata dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya