Gubernur Edy Sebut Corona Covid-19 Varian Delta Telah Ditemukan di Sumut

Oleh Reza Efendi pada 17 Jul 2021, 20:20 WIB
Diperbarui 17 Jul 2021, 20:20 WIB
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi
Perbesar
Varian Delta masuk ke Sumut dibawa 18 Anak Buah Kapal (ABK) SV Miclyn yang berlabuh di Pelabuhan Belawan, Kota Medan

Liputan6.com, Medan Covid-19 varian Delta telah ditemukan di Sumatera Utara (Sumut). Hal ini disebutkan oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. Varian Delta masuk ke Sumut dibawa 18 Anak Buah Kapal (ABK) SV Miclyn yang berlabuh di Pelabuhan Belawan, Kota Medan.

Keseluruhan ABK yang terinfeksi tersebut bukan merupakan warga Sumut. 2 orang ABK saat ini masih menjalani perawatan, sedangkan 16 orang lainnya telah selesai menjalani isolasi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Edy saat memberikan laporan perkembangan PPKM Mikro Darurat dan Diperketat di Sumut dalam rapat evaluasi secara virtual bersama Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, Mendagri Tito Karnavian, Menkes, Menkeu, Kapolri, serta lainnya.

"Di Sumut telah terdeteksi varian Delta yang dibawa 18 awak ABK di Belawan. Mereka ini sering berpindah-pindah, juga bukan warga Sumut, dua diantaranya warga Jakarta," kata Edy, Sabtu (17/7/2021).

Gubernur Edy juga menyampaikan, sampai saat ini Satgas Covid-19 bersama Pemerintah Provinsi dan Kota serta TNI-Polri terus memberikan edukasi dan penyekatan ruas jalan, terkait penerapan PPKM Darurat di Kota Medan dan PPKM Diperketat di Kota Sibolga.

Saat ini di Sumut terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang sangat signifikan, dan terjadi lonjakan kasus positif sebanyak 937 orang tertanggal 16 Juli 2021.

"Asesmen level Covid-19 tingkat kabupaten kota yakni level 4 di dua kota, level 3 terdapat 22 kabupaten kota, level 2 terdapat dua kabupaten kota, dan level 1 sebanyak 17 kabupaten kota," terang Gubernur Sumut.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kesulitan Deteksi Masuknya PMI

Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Asahan Lantamal I Koarmada I mengamankan 115 orang pekerja migran diduga ilegal.
Perbesar
Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Asahan Lantamal I Koarmada I mengamankan 115 orang pekerja migran diduga ilegal. (Foto: Dokumentasi Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan Lantamal I Koarmada I )

Dalam laporannya, Gubernur Edy menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengalami kesulitan mendeteksi masuknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal karena melalui jalur laut yang dibawa oleh para nelayan dari negeri jiran, Malaysia.

"Kami mohon bantuan arahan serta kebijakan yang harus dilakukan mengenai PMI ini. Kita khawatir lonjakan ini terus terjadi, karena dibawa PMI yang masuk ke Sumut," sebutnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Peningkatan Kasus Covid-19

Banner Ilustrasi Lonjakan Covid-19
Perbesar
Banner Ilustrasi Lonjakan Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, dari evaluasi PPKM Mikro Darurat dan Diperketat sampai saat ini masih terus memperlihatkan adanya peningkatan kasus Covid-19, yakni terkonfirmasi 44 persen, kematian 69 persen.

Bila hal itu terus berlangsung, menurut Airlangga, pemerintah pusat akan mempertimbangkan perpanjangan PPKM Darurat hingga 2 Agustus 2021. Untuk daerah yang ditemukan varian Delta termasuk Sumut, diminta kepada petugas untuk lebih bekerja ekstra.

"Agar penyeberan tidak semakin meningkat. Itu di Tanjung Balai juga ada PMI yang diduga terpapar varian baru, saya minta ini juga diperketat pintu masuknya, nanti kita akan berkoordinasi langkah masuknya PMI ilegal ini," katanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Petugas Penertiban PPKM Diminta Humanis

Penyekatan di Kota Medan
Perbesar
Penyekatan dalam rangka penerapan PPKM Darurat di Kota Medan

Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya meminta petugas yang menertibkan PPKM untuk lebih humanis dan tidak terjadi lagi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Satpol PP terhadap masyarakat.

"Rakyat kita sudah susah, dan harus diberikan pengertian dengan humanis. Mari bersama-sama menghentikan pandemi ini," tandasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya