Begini Langkah Pemprov Sulut Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Oleh Yoseph Ikanubun pada 17 Jul 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 17 Jul 2021, 09:00 WIB
Banner Ilustrasi Covid-19 di Indonesia
Perbesar
Banner Ilustrasi Covid-19 di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)

Liputan6.com, Manado - Lonjakan kasus positif Covid-19 per hari di Sulut dalam beberapa pekan terakhir ini kian mengkhawatirkan. Sejumlah langkah disiapkan pemerintah setempat untuk menangani pandemi ini.

“Tentunya hal ini menjadi kekhawatiran kita bersama. Tetapi hal yang paling utama yang harus kita lakukan adalah kerjasama antar pemerintah dan masyarakat untuk bahu membahu menyelesaikan permasalahan ini,” ujar Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel, Kamis (15/7/2021).

Satgas Covid-19 mengupayakan kesiapsiagaan menghadapi melonjaknya kasus Covid-19 ini berdasarkan instruksi Gubernur Sulut. beberapa tindakan konkrit yang telah dilaksanakan adalah membuka Rumah Isolasi yang sebelumnya dalam kondisi stand bye.

“Di Balai Diklat Maumbi dengan kapasitas 250 bed, Pusat Krisis Kesehatan yang berkapasitas 30 bed dan segera ditambah di Asrama Haji sebesar 150 bed,” ungkap Dandel.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey juga telah menginstruksikan kepada Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Sulut untuk membuka tempat isolasi di kabupaten/kota masing-masing dengan kapasitas 200 bed per daerah. Rumah sakit telah diperintahkan untuk mengkonversi sebagian bed rawat inap biasa sebesar 30 persen menjadi tempat perawatan kasus Covid-19.

“Para penyuplai oksigen medis maupun industri yang ada di Provinsi Sulut telah diperintahkan untuk menyiagakan dan memprioritaskan peruntukkan oksigennya bagi perawatan pasien Covid-19,” kata Dandel.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kedisiplinan Warga

Dandel mengatakan, kecepatan transmisi dari Varian of Concern yang begitu cepat, maka upaya yang dilakukan di atas akan sia-sia, bila tidak diikuti dengan kedisplinan masyarakat dalam mengikuti panduan pelaksanaan PPKM Mikro yang telah diterbitkan. Karena itu Satgas Covid-19 Provinsi Sulut mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi secara aktif dalam menekan transimisi Covid-19.  

“Langkah-langkah konkrit yang bisa dilakukan secara individu yakni dengan disiplin memakai masker, menghindari kerumunan,” ujarnya.

Kemudian menghindari lokasi atau ruangan dengan sirkulasi udara yang tidak baik, mematuhi perintah dan jadwal kerja dari rumah, juga mengurangi pertemuan pertemuan sosial yang tidak urgen. Selanjutnya, sedapat mungkin untuk bisa diam di rumah,bila tidak ada aktifitas atau pekerjaan yang harus dilakukan.

“Mencuci tangan dan membersihkan diri setiba di rumah, segera memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan bila mengalami gejala dan atau pernah kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif,” papar Dandel.

Dandel mengatakan, bagi mereka yang telah terkonfirmasi positif, disarankan untuk tidak menjalani isolasi mandiri di rumah, bila terdapat orang lanjut usia atau balita. Hal lainnya adalah istirahat cukup dan makan makanan bergizi untuk menjaga imunitas tubuh.

Berdasarkan data yang disampaikan Satgas Covid-19 Provinsi Sulut, hingga Kamis (15/7/2021), jumlah akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 18.731 orang. Selanjutnya untuk kasus sembuh 15.781 orang, kasus meninggal dunua 583 orang, dan kasus aktif 2.367 orang.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak juga video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya