Nekat Terabas Rel untuk Masuk Kota Cirebon, Warga Bakal Kena Denda Rp15 Juta

Oleh Panji Prayitno pada 17 Jul 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 17 Jul 2021, 10:00 WIB
Daops 3 Sebut Warga Nekat Terabas Rel Demi Masuk Kota Cirebon Denda Rp 15 Juta
Perbesar
Petugas Daops 3 Cirebon memasang pagar pembatas di jalur yang kerap menjadi titik dimana warga menerabas menuju Kota Cirebon imbas penyekatan di perbatasan. Foto (Istimewa)

Liputan6.com, Cirebon - Aksi nekat warga menerabas rel kereta api demi masuk Kota Cirebon mendapat respon dari Daops 3.

PT KAI Daops 3 Cirebon mengimbau agar masyarakat tidak nekat menerabas rel kereta api di Km 218+3. Lokasi penyeberangan berada di antara Stasiun Cirebon-Stasiun Cangkring Desa Adidarma Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon.

"Kami memgimbau agar masyarakat tidak memasuki kawasan Ruang Manfaat Jalur Rel KA, apalagi dengan menyeret barang berupa motor. Karena hal ini sangat membahayakan keselamatan," kata Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Suprapto, Kamis (15/7/2021).

Dia menjelaskan, aksi menerabas rel kereta api tersebut melanggar aturan yang ada dalam Undang-Undang nomor 23/2007 tentang perkeretaapian.

Dalam aturan tersebut, yang menerabas rel kereta api akan mendapat sanksi. Suprapto menyebutkan, sesuai pasal 199 bagi yang melanggar akan dipidana paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp15 juta.

"Jangan lagi ada warga yang nekat menyeberang karena akan dikenakan sanksi," kata dia.

Dalam upaya mengantisipasi kejadian serupa, Daops 3 Cirebon menempatkan petugas keamanan (Polsuska) di daerah tersebut. Daop 3 Cirebon akan terus sosialisasi kepada masyarakat terutama yang berada di sekitar jalur kereta api.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Aksi Warga

Daops 3 Sebut Warga Nekat Terabas Rel Demi Masuk Kota Cirebon Denda Rp 15 Juta
Perbesar
Warga yang tinggal di dekat rel kereta api membantu warga pengguna motor menyebrang rel kereta api menuju Kota Cirebon yang sedang ditutup total karena PPKM darurat. Foto (Istimewa)

Sosialisasi tersebut tentang peraturan perkeretaapian. Suprapto menyebutkan, pihaknya sudah memperbaiki patok batas jalan setapak yang terdapat di lokasi kejadian.

"Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak membantu terjadinya upaya pelanggaran aturan perkeretaapian, dengan cara membantu menyeberangkan kendaraan bermotor ke jalur kereta api," ujar Suprapto.

Seperti diberitakan sebelumnya, upaya warga untuk bisa masuk ke Kota Cirebon terus dilakukan meski ada penyekatan di sejumlah titik kawasan perbatasan.

Salah satunya dengan menyeberangi rel kereta api untuk menghindari penyekatan di wilayah Krucuk Kota Cirebon.

Pengendara dari arah Klayan-Gunungjati melewati jalur alternatif Jalan Sumadinata (Klayan) menyeberang ke arah Pilang Perdana.

"Banyak yang menyebrang rel kalau jam kerja dan biasanya ramai sejak jalan di Krucuk dan Slamet Riyadi ditutup," kata salah seorang pengendara, Dedi, Rabu (14/7/2021).

Aksi nekat pengendara tersebut menjadi berkah bagi warga yang tinggal tak jauh dari jalur kereta api tersebut. Pengendara kerap memberikan upah hingga Rp10 ribu kepada warga yang membantu pengendara.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan berikut ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya