Angka Kematian Covid-19 Meningkat, Pemkot Batam Tiadakan Salat Iduladha Berjemaah

Oleh Ajang Nurdin pada 13 Jul 2021, 20:05 WIB
Diperbarui 13 Jul 2021, 20:05 WIB
corona batam
Perbesar
Wakil Wali Kota yang sekaligus Ketua Gugus tugas Penanganan Covid 19 Kota Batam, Amsakar Achmad. (foto Liputan6.com / ajang nurdin)

Liputan6.com, Batam - Menimbang kondisi kasus Covid-19 di Batam yang masih tinggi, dan angka kematian Covid-19 yang meningkat, Pemkot Batam akhirnya memutuskan untuk meniadakan salat Iduladha berjemaah. 

"MUI sudah mengeluarkan fatwa, salat Iduladha berjemaah di Kota Batam ditiadakan, karena darurat," kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Selasa (13/7/2021).

Keputusan itu juga diambil mengacu pada Kota Batam yang tengah menjalani Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Amsakar meminta warga untuk menjalankan ibadah salat Iduladha dari rumah masing-masing bersama keluarga.

Amsakar menjelaskan, kasus kematian Covid-19 di Kota Batam terus meningkat dengan rata-rata dalam seminggu mencapai 4 hingga 9 orang per hari. Apalagi kini Kota Batam juga telah kehabisan vaksin. 

"Dari Sabtu kemarn, Minggu lalu saya sudah berkordinasi dengan provinsi, tapi vaksin tak kunjung datang," Kata Amsakar.

Pihaknya juga sudah mendapat penjelasan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, bahwa permintaan vaksin sudah diajukan ke pemerintah pusat melalui Kemenkes hingga Kemenko dan saat ini sedang menunggu.

"Kata Pak bisri (Kadinkes Kepri) bahwa Pemprov sedang menunggu, kami beberapa kali berkomunikasi dengan kementerian," katanya.

Untuk kondisi capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Batan, saat ini baru mencapai 50 persen.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya