Penjelasan Arkeolog Soal Penemuan Mata Uang Kuno di Benteng Mass Gorut

Oleh Arfandi Ibrahim pada 09 Jul 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 09 Jul 2021, 16:00 WIB
Peneliti Balai Arkeologi Sulawesi Utara (Sulut) saat menunjukkan temuan mereka ke Pemerintah Daerah (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Perbesar
Peneliti Balai Arkeologi Sulawesi Utara (Sulut) saat menunjukkan temuan mereka ke Pemerintah Daerah (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Liputan6.com, Gorontalo - Peneliti Balai Arkeologi Sulawesi Utara (Sulut), menemukan 3 keping mata uang kuno saat melakukan ekskavasi Benteng Kota Mas, di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut).

Ketiga keping uang temuan ini, berupa 2 keping uang yang dikeluarkan pada masa Pemerintahan Hindia Belanda, dan 1 keping yang dikeluarkan oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda atau Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

"Uang kuno ini ditemukan saat ekskavasi reruntuhan Benteng Kota Mas di Desa Cisadane, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara," kata Irna Saptaningrum, Ketua Tim peneliti Balai Arkeologi Sulawesi Utara.

Temuan ini sangat penting untuk mengetahui keberadaan Benteng Kota Mas di masa lalu. Bahkan, keping uang VOC tersebut, menunjukkan jika benteng ini sudah ditempati sejak kedatangan bangsa barat di Kecamatan Kwandang.

Penemuan keping uang kuno ini oleh tim peneliti juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. Pemerintah harus tau bahwa Daerah Gorut merupakan daerah bersejarah.

"Bupati Gorontalo Utara dan Wakil Bupati Thoriq Modanggu sangat mengapresiasi penelitian ini, kami juga menunjukkan temuan keramik dan uang kuno," ujar Irna Saptaningrum.

Setelah mendapat penjelasan dari para peneliti, Pemerintah Gorontalo Utara langsung melakukan pengamanan lokasi penelitian dengan melakukan pemagaran sementara.

"Kami minta lokasi penelitian untuk diamankan sementara, ini aset budaya yang berharga," kata Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin.

Simak juga video pilihan berikut:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Soal Benteng Mass

Benteng Kota Mas merupakan benteng tua yang dibangun bangsa Eropa di pesisir utara Gorontalo. Keberadaannya dikaitkan dengan industri tambang emas di Kecamatan Sumalata.

Diduga bijih emas hasil penambangan di Sumalata disimpan di benteng ini sebelum dikirim negara ke Eropa kala itu.

Selain sebagai penyimpanan emas, benteng mas ini berfungsi sebagai alat pertahanan militer, juga menjadi kawasan permukiman yang dihuni oleh penguasa bangsa barat dan masyarakat lokal Gorontalo.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya