Antara Gerakan Sehari di Rumah dan Lockdown 5.000 RT di Jateng

Oleh Felek Wahyu pada 27 Jun 2021, 05:00 WIB
Diperbarui 27 Jun 2021, 05:00 WIB
Stok Oksigen di Jateng Aman, Gubernur Ganjar Minta Rumah Sakit Tak Perlu Panik
Perbesar
Gubernur Ganjar Pranowo melihat Depo Samator Gas Industri di Bawen, Kabupaten Semarang, Selasa (22/6).

Liputan6.com, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons positif gerakan satu hari di rumah yang dilakukan tiga Kabupaten di Jawa Tengah, Minggu (27/6/2021). Gerakan penanganan Covid-19 secara serempak  tersebut, dilakukan tiga kabupaten yakni Grobogan, Jepara dan Boyolali.

Di Grobogan, gerakan satu hari di rumah yang dilakukan pada hari Minggu, merupakan gerakan tinggal di rumah ketiga di bulan Juni. Gerakan sehari di rumah saja, menjadi gerakan  untuk mengurangi mobilitas dan interaksi warga dimasa pendemi Covid-19.

"Saya terimakasih dukungan kawan-kawan di Kabupaten yang berani mengambil keputusan dengan mengajak masyarakatnya di rumah saja,” kata Ganjar, Sabtu (26/6/2021).

Ajakan sehari di rumah saja Ini bagian dari pemanasan dan menjaga konsistensi bagaimana mengurangi mobilitas.

“Saya sangat mendukung dan mengajak masyarakat untuk ikut mendukung gerakan ini," kata Ganjar ditemui di rumah dinasnya.

Apa yang dilakukan Grobogan, Boyolali, Jepara dan Kudus lanjut Ganjar harus diteruskan. Secara berkala, kegiatan itu bisa diterapkan untuk menumbuhkan kesadaran.

"Sehari di rumah saja, dua hari di rumah saja dan nanti kalau terjadi peningkatan tinggi, bisa seminggu di rumah saja. Kalau ini dilakukan, maka ini bisa memotong penularan Covid-19 di masyarakat," jelasnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Lockdown 5.000 RT di Jateng

Ganjar berharap gerakan di rumah saja juga dilakukan oleh daerah lain di Jawa Tengah, khususnya mereka yang masuk zona merah. Sebab menurutnya, ketika eskalasi peningkatan penularan yang sangat cepat, maka harus direspons dengan tindakan yang tidak biasa.

"Selain itu, saya juga usulkan 5.000 lebih Rukun Tetangga di desa-desa yang masuk zona merah agar dilockdown tingkat RT. Kalau kegiatan itu dilakukan, disambung dengan gerakan di rumah saja, maka kita punya napas untuk mempersiapkan hal lain, seperti mengisi tempat tidur, menyiapkan tenaga kesehatan dan sebagainya," jelasnya.

Meskipun lanjut Ganjar, gerakan sehari atau dua hari di rumah saja tidak cukup untuk menekan angka penyebaran virus. Tapi hal itu merupakan langkah awal yang bagus untuk perlahan menumbuhkan kesadaran.

"Karena ini gerakan, jadi butuh dukungan masyarakat. Kalau itu sudah muncul, maka pelan-pelan bisa kita tambah. Rasanya, masyarakat kita tidak suka dengan keputusan yang cepat, mereka sukanya yang gradual. Ya sudah, keputusan-keputusan yang sifatnya gradual ini mari kita lakukan," ucap dia.

Diketahui, Pemkab Grobogan dan Boyolali akan memberlakukan gerakan sehari di rumah saja pada Minggu (27/6). Sebelumnya, Pemkab Jepara dan Kudus juga melakukan hal yang sama, yakni gerakan Sabtu-Minggu di rumah saja sampai akhir bulan Juni in

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya