Cerita Pengusaha Kecantikan Gali Peluang di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh Panji Prayitno pada 21 Jun 2021, 08:30 WIB
Diperbarui 21 Jun 2021, 08:51 WIB
Cerita Pengusaha Kecantikan Gali Peluang di Tengah Pandemi Covid-19
Perbesar
Noni Ayi pengusaha skin care berbagi pengalaman saat family gathering bersama reseller di Kota Cirebon. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Liputan6.com, Cirebon - Bisnis reseller semakin menjamur di tengah pandemi Covid-19 dan membuka kesempatan kaum milenial perempuan meraup laba.

Seperti dikisahkan owner NBS Skin Care Noni Ayi. Usaha yang dibangun sejak tahun 2019 ini membuatnya memiliki banyak reseller, agen dan stockis di Indonesia bahkan mancanegara.

"Tahun 2019 saya keluarkan dua produk acne dan brightening kemudian sempat vakum 1 tahun setelah itu buat produk lagi dengan harga terjangkau dan Alhamdulillah sampai saat ini reseller makin bertambah," ujar dia, Sabtu (19/6/2021).

Noni sempat berbagi pengalaman niaganya dengan para reseller nya di Cirebon. Dia mengaku, bisnis reseller bidang kecantikan seakan menjadi peluang besar di tengah pandemi.

Sejak produk kedua NBS dikeluarkan, Noni mampu menjual 1.000 paket skin care. Bahkan, jumlah reseller, stokis hingga agen sudah ada di mancanegara seperti Taiwan, Hongkong, Brunei dan Singapore.

"Total ada 14.720 reseller agen dan stokis," ujar dia.

Noni mengatakan, hingga saat ini, produk skin care buatannya meningkat 80 persen. Skin care buatan Noni sendiri sesuai dengan wajah dan kulit wanita Indonesia.

Untuk satu produk kecantikan dari NBS Skin Care, kata dia, bisa mengatasi berbagai macam permasalahan pada kulit. Termasuk kandungan mengatasi kulit yang berjerawat.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kebutuhan Primer

Cerita Pengusaha Kecantikan Gali Peluang di Tengah Pandemi Covid-19
Perbesar
Noni Ayi pengusaha skin care berbagi pengalaman saat family gathering bersama reseller di Kota Cirebon. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

"Ketika launching NBS reborn kebetulan di tengah pandemi tapi saya yakin bisa karena saya ingin perempuan walaupun tetap di rumah tapi ingin mendapat penghasilan walaupun modalnya terbatas akan dapat penghasilan maksimal," ujar dia.

Noni menyebutkan, untuk bergabung menjadi reseller sendiri cukup ikut tiga paket produk NBS dengan modal Rp 450 ribu. Reseller mendapat keuntungan Rp 35 ribu tiap paket.

Menurut dia, bisnis kecantikan sudah menjadi bagian dari kebutuhan primer bagi perempuan. Noni mengaku, produk kecantikan buatannya menyasar kalangan masyarakat menengah kebawah.

"Harga terjangkau tapi hasilnya memuaskan dan bisnis skin care itu repeat order nya cepat mas. Strategi pemasaran saya bagaimana bisa mencapai kuantiti terbanyak bukan keuntungan banyak tapi jualnya sedikit jadi untung sedikit tapi kuantiti banyak. Dan skin care ini bisa dipakai sama laki-laki," ujar Noni.

Tak hanya membuka reseller, NBS skin care juga menggandeng artis hingga selebram tanah air. Sementara itu, salah satu stokis besar NBS Skin Care Cirebon Lia Afriyanti mengaku selain menjadi peluang, harga skin care yang murah menjadi alternatif wanita muda.

"Lagi pandemi orang pasti menahan pengeluaran agar tidak boros dan ketika saya tawari NBS Skin Care Alhamdulillah suka karena harga terjangkau," ujar dia.

Dia mengatakan, harga yang ditawarkan untuk menjadi reseller tidak ada perbedaan. Lia yang membuka usaha salon tersebut mengaku memiliki target tersendiri di tengah produktifitasnya.

Bahkan, Lia mengaku berencana membeli tanah untuk pengembangan usahanya dari hasil berjualan skin care.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya