Cerita Warga Panik Ketika Gempa Picu Tanah Amblas Nyaris Telan Rumah di Maluku

Oleh Abdul Karim pada 17 Jun 2021, 02:15 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 10:52 WIB
Gempa maluku tengah
Perbesar
Warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi usai gempa bumi Magnitudo 6,1 melanda Maluku. (Liputan6.com/ Ist)

Liputan6.com, Ambon - Gempa bumi magnitudo 6,1 yang mengguncang Pulau Seram, Provinsi Maluku pada Rabu (16/6) pukul 13.43.08 WIT, menyebabkan tanah amblas di Dusun Mahu, Desa Tehoru, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah.

"Ada tanah yang amblas cukup dalam di dekat rumah warga dusun kami dan sempat membuat warga panik, tapi sudah kami beri arahan," kata Kepala Desa Tehoru, Hud Silawane saat dihubungi melalui saluran telepon dari Ambon.

Ia mengatakan, tanah amblas akibat gempa tersebut terjadi di dua lokasi dengan kedalaman kurang lebih antara enam sampai delapan meter.

Meski lokasi tanah yang amblas tersebut berdekatan dengan rumah warga, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

"Tidak ada korban jiwa, kami hanya meminta warga agar berhati-hati dan keluar dari rumah, takutnya ada gempa susulan yang membuat retakan melebar," katanya, dikutip Antara.

Gempa juga mengakibatkan sedikitnya empat rumah warga di Dusun Mahu mengalami rusak ringan dan sedang, dua rumah rusak ringan dan satu rusak berat di Dusun Pasalolu, serta pagar tembok Mushala Nurul Jami Desa Tehoru roboh.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Waspada Gempa Susulan

Gempa maluku tengah
Perbesar
Usaui gempa Magnitudo 6,1 Maluku Tengah, BMKG meminta warga untuk menjauhi pantai dan segera menuju tempat tinggi. (Liputan6.com Abdul Karim)

Selain kerusakan bangunan dan tanah amblas, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat gempa bumi di Kecamatan Tehoru.

Pemerintah desa juga telah mengimbau warga yang bermukim di kawasan pesisir di Desa Tehoru, Dusun Mahu dan Pasalolu untuk waspada terhadap gempa susulan dan mengungsi ke dataran lebih tinggi.

"Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada korban jiwa, hanya tanah amblas dan rumah rusak, ada yang dindingnya roboh, keluarganya sudah kami minta untuk pindah sementara waktu," kata Hud Silawane.

Laporan Stasiun Geofisika Klas I Ambon (Stageof Ambon) gempa terjadi dua kali di Kabupaten Maluku Tengah. Gempa pertama magnitudo 3,5 di 6 km barat daya Tehoru sekitar pukul 12.22 WIT, dan gempa magnitudo 6,1 di 40 km timur Kota Masohi, kedalaman 10 kilometer pada pukul 13.43.08 WIT.

BMKG juga mengimbau warga untuk mewaspadai gempa susulan dan potensi tsunami akibat longsor di bawah laut pantai Japutih, kabupaten Maluku Tengah.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya