87 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Sebulan Terakhir di Jateng Belum Divaksin

Oleh Liputan6.com pada 17 Jun 2021, 03:30 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 10:53 WIB
FOTO: Angka Kematian Akibat COVID-19 di Jakarta Diklaim Masih Rendah
Perbesar
Sejumlah orang menyalati korban COVID-19 saat pemakaman di Srengseng Sawah, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Kasus COVID-19 pascamudik dan libur Lebaran 2021 terus melonjak, bahkan Jakarta saat ini memasuki fase yang amat genting karena adanya lonjakan drastis kasus COVID-19.(Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Semarang - Sebanyak 87 persen pasien Covid-19 yang meninggal di Provinsi Jawa Tengah pada periode Mei-Juni 2021, merupakan pasien yang belum mendapat vaksin.

“Sebanyak 87 persen pasien Covid-19 yang meninggal di provinsi Jawa Tengah, merupakan pasien yang belum mendapat vaksin. Sedang, 2,3 persen pasien penerima vaksin pertama,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, dalam rilisnya, Rabu (16/6/2021).

Data yang sudah ada, pasien Covid-19 meninggal antara 9 Mei sampai 13 Juni 2021, sebanyak 87 persen kematian karena pasien belum divaksin.

"Artinya, yang belum divaksin memang masih sangat rentan," tambahnya.

Untuk itu, Yulianto meminta seluruh daerah di Jawa Tengah meningkatkan program vaksinasi. Meski vaksin masih belum mencukupi, tapi stok vaksin yang masih ada di berbagai daerah diminta dihabiskan.

"Stok vaksin yang ada kami minta dihabiskan. Kami juga akan berupaya menambah vaksin dengan berkoordinasi pada Kemenkes agar dapat perhatian," ucap dia.

Di Jawa Tengah, hingga Rabu (16/6/2021) sebanyak 14.278 pasien Covid-19 meninggal dunia. Jumlah itu, juga mencatatkan penambahan kasus meninggal dunia sebanyak 109.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Covid-19 di Grobogan

Dari data tim penanganan Covid-19 Provinsi Jateng, sebanyak 15.395 kasus Covid-19 aktif di Jawa Tengah dengan penambahan pada Selasa (15/6/2021) mencapai 1.884 pasien baru.

Pasien terkonfirmasi Covid-19 saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit maupun melakukan isolasi mandiri.

Sementara itu, terkait adanya peningkatan secara tajam kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Grobogan, dr Slamet Widodo mengakui adanya peningkatan konfirmasi positif selama sekitar 10 hari terakhir.

Sejak Senin (7/6/2021) kenaikan jumlah pasien Covid-19 terus terjadi. Dari 120 tes yang dilakukan, pada Senin pekan lalu ditemukan 27 kasus positif Covid-19. Peningkatan tajam terjadi pada dua hari terakhir.

Bahkan, pada Selasa (15/6/2021) jumlah pasien Covid-19 bertambah hingga 74 orang dalam seahari. “Ada penambahan. Tapi kita belum tahu jenisnya apa,” ungkap Slamet kepada Liputan6.com.

Terkait beredarnya informasi masuknya Covid-19 varian baru jenis Delta (asal India) di Kabupaten Kudus, kewaspadaan dilakukan di Kabupaten Grobogan.

Penyekatan masih dilakukan dan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) secara acak kepada warga Kabupaten Grobogan.“Kita lakukan WGS secara acak,” ucap dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓