Ridwan Kamil Beberkan Alasan Larang Kunjungan Wisatawan ke Bandung Raya

Oleh Huyogo Simbolon pada 16 Jun 2021, 16:21 WIB
Diperbarui 16 Jun 2021, 16:33 WIB
Ridwan Kamil
Perbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan alasan mengapa meminta wisatawan luar daerah tidak berkunjung dulu ke Bandung raya selama sepekan dari sekarang. Menurut dia, kebijakan ini untuk melindungi masyarakat baik di Bandung raya dan Jawa Barat pada umumnya serta warga luar Jabar dari penularan Covid-19.

Khusus untuk Kota Bandung saat ini sudah dikepung zona merah yakni Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang notabene berbatasan langsung atau masih dalam satu aglomerasi.

"Ini kan bukan hal baru, keselamatan jiwa masyarakat adalah nomor satu jadi kalau situasinya sudah darurat, maka tindakan menyelamatkan nyawa itu akan jadi pilihan," kata pria yang akrab disapa Emil itu di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (16/6/2021).

Saat ini, kata Emil, tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 juga sudah di atas angka 80 persen. Angka ini melebihi ketetapan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan nasional yakni maksimal 60-70 persen.

"Hari ini karena keterisian rumah sakit juga sudah di atas 80 persen di Bandung raya, makanya saya deklarasikan siaga satu dan mengimbau wisatawan supaya tidak datang dulu," katanya.

Menurutnya, penerapan zonasi Covid-19 sangat penting untuk mengatur agar ekonomi tetap bisa bergerak. Misalnya, bagi daerah yang berada di zona merah maka aktivitas masyarakat ditahan terlebih dahulu, sedangkan zona oranye dan kuning dipersilahkan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Itulah pentingnya ada zonasi merah, oranye, kuning apa. Merah kita tahan, ekonomi (di zona) kuning ya dipersilakan. Semua (pelarangan dan pembatasan) ini terjadi hanya di zona merah. Dan Jawa barat tidak semua zona merah, hanya Bandung raya yang sedang dikepung zona merah," ujar Emil.

Sebelumnya, Ridwan Kamil mengatakan Bandung raya siaga satu dan meminta wisatawan tidak berkunjung dulu sampai sepekan. Pernyataan ini disampaikannya usai rakor Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Jawa Barat di Makodam III Siliwangi Bandung, Selasa (15/6/2021).

Polisi Perketat Pintu Perbatasan

PSBB Bandung Raya
Perbesar
Sejumlah aparat kepolisian memeriksa pengendara yang melintas di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, saat diberlakukannya Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB), Rabu (22/4/2020). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Pemrpov Jabar bersama Forkopimda telah bergerak bersama untuk mencegah penularan Covid-19 semakin menjadi. Jajaran kepolisian dari Polda Jabar katanya sudah siap mencegat di pintu perbatasan agar Bandung raya tidak jebol.

"Polda sudah siap weekend (akhir pekan) ini tidak jebol oleh mereka-mereka yang tidak disiplin. Kalau tidak disiplin, nanti rumah sakitnya penuh, kolaps. Nanti biasa yang disalahkan pemerintah lagi dan sebagainya," kata Emil.

Apalagi saat ini varian baru Covid-19 dilaporkan sudah masuk ke beberapa daerah. Sebagai salah satu contohnya adalah kasus varian baru virus Covid-19 di wilayah Jawa Tengah hingga DKI Jakarta. 

"Ini memang tidak nyaman. Ilmu kita tentang Covid-19 juga tidak paripurna tiap saat ada varian baru. Di Jawa Tengah sedang mengganas, Jakarta juga sudah hadir (varian baru)," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓