Covid-19 di Garut Mengkhawatirkan, Bupati Rudy Pesan Lagi 200 Peti Mati

Oleh Jayadi Supriadin pada 15 Jun 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 15 Jun 2021, 17:47 WIB
Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat belum menunjukan penurunan. Penambahan angka positif dan meninggal dunia akibat Covid-19 saat ini terus meningkat setiap harinya.
Perbesar
Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut, Jawa Barat belum menunjukan penurunan. Penambahan angka positif dan meninggal dunia akibat Covid-19 saat ini terus meningkat setiap harinya. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Garut - Pemerintah Daerah (Pemda) Garut, Jawa Barat, terus berjibaku memastikan seluruh kebutuhan logistik penanganan Covid-19 di Garut dalam kondisi aman. Terbaru, Pemda Garut telah memesan hingga 200 peti mati.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, penyebaran Covid-19 di Garut belum menunjukan penurunan. Penambahan angka positif dan meninggal dunia akibat Covid-19 saat ini terus meningkat setiap harinya.

Data terbaru hingga Senin kemarin, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut bertambah 279 orang, sementara meninggal dunia bertambah sebanyak 20 orang menjadi 553 orang. Total kasus Covid-19 di Garut mencapai 12.342 kasus.

Di tengah masih tingginya angka penyebaran dan kematian akibat virus Corona tersebut, Rudy mengingatkan agar seluruh tim Gugus Tugas ( Satuan Tugas ) tingkat kabupaten hingga desa, lebih tegas menerapkan protokoler kesehatan secara ketat.

“Jangan lengah dan bosan untuk terus mengingatkan masyarakat dalam menerapkan prokes, cegah timbulnya kerumunan massa yang dapat berpotensi menyebarkan virus Covid 19,” ujarnya, Senin (14/6/2021).

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Butuh Banyak Peti Mati

Selain itu, Rudy memastikan seluruh kebutuhan medis mulai obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya dalam penanganan Covid-19, tersedia dengan lengkap. “Saat ini Pemkab Garut telah memesan kembali peti mati sebanyak 200 peti mati untuk disiapkan,” kata dia.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menambahkan, untuk membantu beban para korban pasien Covid-19, pemerintah meminta masyarakat untuk memberikan support bagi para keluarga korban, termasuk untuk tidak mengucilkan keluarga pasien Covid-19.

“Berikan support baik langsung maupun melalui telepon, untuk keluarga lebih bersabar lagi agar penyakit ini tidak menular terhadap keluarga yang lain,” kata dia.

Sekertaris Dinas Kesehatan kabupaten Garut Lely Yuliani memastikan seluruh kebutuhan alkes dalam penanganan Covid-19 saat ini dalam kondisi aman, sehingga tidak mengganggu kebutuhan.

“Ketersediaan obat – obatan dan alat kesehatan masih dalam kondisi aman,” kata dia.

Khusus peti mati, sesuai arahan ketua Satgas Covid-19 Bupati Garut, lembaganya telah memesan peti baru hingga 200 buah. “Setiap hari kebutuhan peti mati bisa 5 – 10 buah,” katanya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓