Menparekraf Dukung Pacuan Kuda di Bima Jadi Event Skala Nasional

Oleh Dewi Divianta pada 15 Jun 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 15 Jun 2021, 19:00 WIB
Menparekraf Dukung Pacuan Kuda di Bima Jadi Event Skala Nasional
Perbesar
Event pacuan kuda di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dilirik Menparekraf Sandiaga Uno (Dok. Humas Kemenparekraf / Dewi Divianta)

Liputan6.com, Bima - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, menggelar kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam kunker tersebut, Menparekraf meninjau event pacuan kuda atau disebut pacoa jara, yang menjadi salah satu tradisi dan budaya di wilayah itu.

Menparekraf Sandiaga Uno bersama Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri, menyaksikan langsung beberapa perlombaan balap kuda di Arena Pacuan Kuda Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Minggu (13/6/2021).

Dan dalam kesempatan tersebut, ia secara khusus mendukung event pacuan kuda agar bisa menjadi event berskala nasional.

"Saya menyaksikan langsung dan mendukung kegiatan pacuan kuda, yang merupakan tradisi masyarakat Bima dan sekitarnya. Selama ini (pacuan kuda) menjadi event daerah, agar bisa menjadi event skala nasional," kata Menteri Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan.com, Senin (14/5/2021).

Menparekraf Sandiaga Uno juga menerima masukan dari pemerintah daerah, untuk mendukung revitalisasi sarana dan fasilitas arena pacuan kuda.

Sehingga event tersebut layak dinikmati oleh masyarakat dan menjadi daya tarik wisata, bagi wisatawan yang datang ke Kabupaten Bima.

Kemenparekraf juga mengajak Youtuber Atta Halilintar beserta istrinya Aurel Hermansyah dan stand up comedy Rigen Rakelna, untuk bisa mempromosikan wisata di Kabupaten Bima NTB.

“Ini dalam upaya membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Tentunya dengan kepatuhan dan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin di Bima," ujar Menparekraf.

 

Joki Cilik

Menparekraf Dukung Pacuan Kuda di Bima Jadi Event Skala Nasional
Perbesar
Event pacuan kuda di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dilirik Menparekraf Sandiaga Uno (Dok. Humas Kemenparekraf / Dewi Divianta)

Pacuan kuda sudah menjadi tradisi masyarakat Bima NTB. Di mana, kuda yang mengikuti lomba adalah kuda asal Bima, dengan joki cilik berusia 6 tahun hingga 9 tahun. Mereka berpacu tanpa menggunakan pelana.

Terkait isu eksploitasi joki cilik atau si pebalap kuda, Sandiaga Uno juga telah bertemu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, untuk membentuk tim agar melakukan pendampingan.

"Kita pastikan kegiatan ini sesuai dengan kelayakan, dari sisi perlindungan anak. Dan harapannya tradisi dan budaya ini, bisa terus dilestarikan sehingga bisa menyejahterakan dan menjadi daya tarik wisata di Bima," katanya.

Tradisi dan Budaya

Menparekraf Dukung Pacuan Kuda di Bima Jadi Event Skala Nasional
Perbesar
Event pacuan kuda di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dilirik Menparekraf Sandiaga Uno (Dok. Humas Kemenparekraf / Dewi Divianta)

Sementara itu, Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri menjelaskan, tradisi pacuan kuda sangat terkenal.

Bahkan dengan kehadiran Menparekraf Sandiaga Uno, diharapkan menjadi dukungan bagi olahraga, tradisi, dan budaya pacuan kuda di Kabupaten Bima dan Pulau Sumbawa.

"Terima kasih atas kunjungannya Menparekraf. Masyarakat kami sangat mencintai kegiatan ini, kami harap kehadiran Menparekraf dapat membangkitkan semangat masyarakat, untuk tetap melestarikan budaya di Bima," ungkapnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓