Bank Indonesia Sebut Ekonomi Bali akan Tumbuh Positif di Tahun 2021

Oleh Dewi Divianta pada 11 Jun 2021, 21:00 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 21:00 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia
Perbesar
Ilustrasi Bank Indonesia

Liputan6.com, Denpasar - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali Trisno Nugroho memperkirakan, sepanjang tahun 2021 nantinya, perekonomian Bali Nusra akan mengalami pertumbuhan positif di angka 2,8 persen - 3,8 persen.

"Perbaikan kinerja ekonomi Bali Nusra pada tahun 2021, diperkirakan akan meningkat. Karena pelaksanaan vaksinasi, membuat optimisme para pelaku usaha," katanya di Denpasar, Kamis (10/6/2021).

Ia menyebut, meningkatnya ekspor barang akan diperkirakan banyak didominasi sektor penambahan kapasitas penambangan.

Serta meningkatnya jumlah barang ekspor tembaga. Tak hanya itu saja, dia memprediksi ada kenaikan ekspor barang UMKM dan produk pertanian ke luar negeri.

"Akibat Covid-19 tekanan mendalam terjadi pada perekonomian Indonesia, khususnya Bali Nusra. Walau ada perbaikan tapi perekonomian di wilayah ini (Bali Nusra), masih dalam kontraksi terdalan dibandingkan wilayah lain di Indonesia," ucap petinggi Bank Indonesia perwakilan Bali tersebut.

Trisno menjelaskan, di triwulan I 2021, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar -5,16 persen. Sementara pada sektor nasional, hanya terkontraksi sebesar -0,74 persen.

Menurutnya, harus ada kerjasama dari semua pemangku kebijakan dan semua stakeholder, dengan dukungan Bank Indonesia. Agar tercipta terobosan untuk wilayah Bali Nusra, sehingga kembali membaik.

"Pemulihan ekonomi di triwulan I 2021, Bali dan NTBasih, terkonstraksi masing-masing -9,85 persen dan -1,13 persen. Sementara NTT, mulai ada pertumbuhan positif 0,12 persen," ujar Trisno.

Dia menuturkan, NTT dapat tumbuh didukung oleh sektor pertanian yang meningkat sebesar 8,32 persen. Peningkatan sektor tersebut, lanjut petinggi Bank Indonesia perwakilan Bali, didorong oleh pelaksanaan program pemerintah.

 

Kinerja Perekonomian

Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia Gratis, Ini Syaratnya
Perbesar
Karyawan menghitung uang kertas rupiah yang rusak di tempat penukaran uang rusak di Gedung Bank Indonessia, Jakarta (4/4). Selain itu BI juga meminta masyarakat agar menukarkan uang yang sudah tidak layar edar. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Seperti Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS), pembangunan lumbung pangan dan didukung pembangunan infrastruktur pertanian lainnya.

Trisno melanjutkan, ada pelajaran berharga dari kondisi yang terjadi saat ini. Yaitu, perekonomian yang terlalu bergantung pada satu sektor, menjadikan kinerja perekonomian sangat rentan terhadap goncangan.

“Kami mengapresiasi Gubernur Bali, pemerintah daerah dan pelaku usaha, yang terus mencari berbagai terobosan dan upaya untuk membangkitkan ekonominya," ujarnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :

Lanjutkan Membaca ↓