Kasus Covid-19 Melonjak, Dinkes Akui Gunungkidul dalam Kondisi Tidak Baik-Baik Saja

Oleh Hendro pada 10 Jun 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 10 Jun 2021, 08:00 WIB
Petugas Lakukan Sterilisasi
Perbesar
Setidaknya hari ini ada peningkatan kasus Positif Covid-19 di Gunungkidul namun belum dapat dikatakan Klaster. upaya pencegahan dan antisipasi dilakukan petugas, Gugus COvi-19 dan pemerintah setempat.

Liputan6.com, Gunungkidul - Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul kembali naik. Selasa (8/7/2021) petang, di Padukuhan Dengok II, Kapanewon Playen, Gunungkidul ada lonjakan signifikan setelah satu warganya meninggal akibat Covid-19. Satgas Covid–19 Playen pun melakukan pelacakan terkait kasus tersebut.

Lurah Dengok Suyanto mengatakan, pada beberapa pekan terakhir ini, total ada 24 warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagian besar dari kasus positif yang terjadi ini berada di Padukuhan Dengok II. Ia menyebut, setidaknya ada 9 Kepala Keluarga (KK) yang terkonfirmasi positif dari tracking warga yang meninggal terkonfirmasi positif covid-19 pekan lalu.

Suyanto menuturkan saat itu ada seorang warga dengan status terkonfirmasi Covid-19 setelah dirawat dan kemudian dinyatakan meninggal dunia, yang bersangkutan kemudian dimakamkan dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Satgas Covid-19 Kapanewon Playen langsung menggelar tracing terhadap anggota keluarga yang diketahui melakukan kontak erat. Namun begitu, tes antigen pertama anggota keluarga pasien meninggal ini diketahui negatif. Pasca tes antigen tersebut, pada sore harinya, salah seorang anggota keluarganya tiba-tiba mengeluhkan sesak napas, kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan maupun perawatan.

"Saat dilakukan tes swab PCR ternyata positif. Kemudian puskesmas bekerja sama dengan pihak-pihat terkait melakukan tracing terhadap anggota keluarga lainnya serta warga masyarakat setempat yang diketahui sempat melakukan kontak erat," papar Suyanto, saat dihubungi Liputan6.com.

Hasilnya, ada 24 warga dari 12 Kepala Keluarga (KK) terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka berasal dari Padukuhan Dengok II di mana ada 10 KK, Padukuhan Dengok I ada 1 KK, dan 1 KK di Dengok III. Hingga saat ini, petugas terus melakukan tracing. Rencananya, ada 15 orang akan dites swab sebab mereka sempat mengikuti tahlilan di rumah duka.

Sementara untuk 3 KK lainnya berasal dari penularan yang tidak diketahui. Seperti ada salah satu warga yang menderita penyakit TBC yang diantar istrinya ke rumah sakit. Sepulang dari RS, sang istri mengeluhkan batuk pilek seperti gejala Covid-19 dan dilakukan pemeriksaan, hasilnya positif Covid-19.

"Satgas kalurahan dan puskesmas terus berusaha melakukan tracing untuk kasus-kasus yang terjadi ini,” imbuhnya.

Sementara itu, di Padukuhan Plebengan Semanu Gunungkidul juga diinformasikan ada yang meninggal dunia yang dinyatakan merupakan pasien Covid-19. Pemuda 33 tahun ini merupakan pekerja jasa angkut. Dirinya pernah dirawat di RS beberapa waktu yang lalu kemudian bekerja Kembali.

"Dari informasi warga, bahwa dirinya sebelumnya bekerja bantu pindah rumah salah satu warga," kata salah satu dokter di Puskemas II Semanu.

Sepulang dari mengantar barang milik tetangganya, pemuda ini sesak napas. Kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dites dan kemudian dinyatakan positif Covid-19 sebelum dikabarkan hari Selasa (8/6/2021) meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty menambahkan, penularan hingga puluhan warga di Kalurahan Dengok dan Semanu ini belum disebut klaster. Hingga saat ini, yang ditetapkan sebagai klaster hanya penularan yang terjadi di pabrik tas di Kalurahan Bandung. Dari data Dinas Kesehatan Gunungkidul pada Senin (7/6/2021), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 49 orang, dan sembuh 6 orang.

"Total sejak awal pandemi, di Kabupaten Gunungkidul sudah ada 3.252 kasus, kasus sembuh ada 2.844 kasus. Untuk yang masih dalam perawatan ada 253 kasus, dan meninggal ada 155 kasus," dalam keterangan resminya.

Dewi mengakui saat ini Kabupaten Gunungkidul sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Sehingga perlu kerja sama antara warga masyarakat dan pemerintah agar lebih mematuhi protokol kesehatan, terlebih dalam melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan.

"Jangan abai dan terlena. Penerapan protokol kesehatan wajib dilakukan," Dewi memungkasi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓