Pilkades Garut Digelar Hari Ini 8 Juni, Bupati Rudy Gunawan: Patuhi Protokol Kesehatan

Oleh Jayadi Supriadin pada 08 Jun 2021, 07:56 WIB
Diperbarui 08 Jun 2021, 07:57 WIB
Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, pelaksanaan pilkades mempunyai kerawanan keamanan di masyarakat sebagai dinamika politik, jika tidak diantisipasi dan ditangani dengan tepat.
Perbesar
Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, pelaksanaan pilkades mempunyai kerawanan keamanan di masyarakat sebagai dinamika politik, jika tidak diantisipasi dan ditangani dengan tepat.(Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Garut - Sebanyak 217 desa (1 Desa Ditunda) di 40 Kecamatan di Garut, Jawa Barat, siap melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak hari ini. Pesta demokrasi tingkat desa kali ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, pelaksanaan pilkades mempunyai kerawanan keamanan di masyarakat sebagai dinamika politik, jika tidak diantisipasi dan ditangani dengan tepat.

"Apabila tidak diantisipasi dan ditangani dengan baik, dikhawatirkan dapat mengganggu keamanan, ketertiban, kelancaran selama pilkades serentak dilaksanakan," ujarnya, Selasa (8/6/2021).

Untuk memetakan kerawanan konflik di masyarakat, Polres Garut bakal menurunkan hingga dua per tiga kekuatan personelnya, yang diperbantukan untuk mengamankan 2.228 TPS yang tersebar di 216 desa, 40 kecamatan serta 31 Polsek di wilayah hukum Garut.

Mereka akan dibantu petugas yang di BKO kan dari Polres Tasikmalaya dan Polres Tasikmalaya kota, kemudian Polres Ciamis,  Polres Sumedang, termasuk kehadiran Brimob Polda Jabar yang dibantu unsur TNI dan instansi terkait di Garut, mulai Satpol PP, Dishub, Damkar hingga BPBD.

"Mari bersama-sama bersinergi melaksanakan rangkaian tahapan Pilkades tahap dua 2021, sehingga aman tertib dan lancar ditengah pandemi Covid-19 yang belum kunjung selesai," ujarnya.

Ada tujuh poin yang diamanatkan Bupati Rudy dalam pelaksanaan Pilkades kali ini, yakni pertama, para petugas yang akan bertugas untuk menyiapkan mental dalam pelaksanaan pengamanan nanti.

Kedua, melakukan deteksi dini untuk mengetahui dinamikan dan fenomena yang berkembang di masyarakat. Ketiga, meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror dan tindakan anarkis.

Keempat, memaksimalkan potensi masyarakat yang ada di wilayah seperti  tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda  untuk membantu prores pemungutan suara. Kelima, menjaga netralitas selaku aparat keamanan dengan tidak mengarahkan keluarga siapapun untuk memilih pasangan calon kepala desa tertentu.

Keenam, menjalin kerja sama yang harmonis dengan seluruh instansi terkait dan segenap potensi masyarakat dalam menunjukkan sinergitas komisioner yang proaktif. Dan terakhir, mari kita jaga kesehatan, keselamatan patuhi dan jalankan protokol kesehatan Covid-19.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓