Operasi Pencarian Ditutup, Mahasiswa UNS yang Terseret Ombak Pantai Ngluwen Belum Ditemukan

Oleh Hendro pada 07 Jun 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 07 Jun 2021, 11:03 WIB
Apel Penutupna Operasi SAR
Perbesar
Tim SAR Gabungan menghentikan operasi Pencarian korban Pantai Ngluwen Gunungkidul. meski sudah dihentikan, namun akan tetep dilanjutkan dengan pemantauan oleh Sar Satlinmas Korwil II Baron

Liputan6.com, Gunungkidul Operasi pencarian terhadap Muhammas Rois Chaq (19), korban kecelakaan laut karena terseret gelombang di Pantai Ngluwen, Krambilsawit, Saptosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dihentikan. Tim Pencarian dan Pertolongan gabungan menutup operasi pencarian tersebut pada hari ketujuh atau Sabtu (5/6/2021) tanpa membuahkan hasil.

Koordinator Lapangan Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Yogyakarta Suhardi mengatakan, penutupan operasi pencarian terhadap korban hilang karena kecelakaan laut sudah maksimal dan sesuai prosedur. Pencarian telah dilakukan selama 7 hari setelah korban dikabarkan tenggelam pada Minggu (30/5/2021) namun hasilnya masih nihil.

"Tahapannya jelas, operasi awal yaitu 4 hari kemudian diperpanjang menjadi 6 hari, dan pada hari ke 7 ini operasi dihentikan," kata Hardi.

Meski operasi telah ditutup dan korban belum ditemukan, namun Tim Sar Satlinmas Korwil II Baron tetap memantau lokasi Pantai Ngluwen bekerja sama dengan nelayan setempat.

"Jadi nanti jika ada nelayan yang menemukan korban mengapung, Tim Sar baron akan menginfokan ke seluruh jajaran termasuk keluarga korban," tuturnya.

Suhardi berterima kasih terutama keluarga korban yang hingga akhir operasi tetap mendampingi dalam pencarian, termasuk juga Universitas Solo dan masyarakat setempat yang membantu.

"Hubungan baik ini akan tetap terjaga meski bukan dalam operasi pencarian, dan nantinya akan terus dikomunikasikan terkait perkembangan yang dilanjutkan oleh Tim Sar Baron," katanya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Beratnya Proses Pencarian

Koordintor SAR UNS, Emon Prasetyo sendiri mengakui pencarian korban terseret ombak di Pantai Ngluwen itu menjadi hal yang sulit. Selain medan karena ada tebing karang, kondisi gelombang laut juga sangat tinggi.

"Meski belum menemukan korban, saya tetap berterimaksih terhadap semua yang terlibat dalam operasi ini," kata Emon.

Emon menambahkan, keluarga korban sudah mengikhlaskan jika korban tidak ditemukan. Selain itu, pihak Universitas Negeri Solo, sebagai almamater korban, juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian. Pihak UNS, katanya, juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.  

"Kami dari pihak universitas, meski kegiatan kamping itu bukan aktivitas kampus. Namun Rois tercatat sebagai mahasiswa jurusan Teknik Sipil. Jadi kami tetap melibatkan diri," katanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓