Ledakan Covid-19 di Kudus, 6 Desa Dijaga Pasukan Brimob

pada 05 Jun 2021, 14:19 WIB
Diperbarui 05 Jun 2021, 14:34 WIB
Kepala BNPB Ganip Warsito
Perbesar
Ketua Satgas COVID-19 Ganip Warsito memberikan arahan kepada 450 prajurit TNI dalam apel gelar pasukan di Makodim 0722 Kudus, Jawa Tengah, Rabu (2/6/2021). (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Kudus - Polda Jateng mengerahkan satu pasukan setingkat kompi (SSK) untuk menjaga enam desa di Kabupaten Kudus yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 cukup tinggi.

Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi, menyebut pasukan dari satuan Brimob itu akan berjaga di pintu keluar masuk desa agar warganya disiplin menerapkan isolasi mandiri.

 

“Selain itu [pasukan Brimob], semua pasukan baik dari Babinsa, Babhinkamtibmas, dan tenaga kesehatan, semua kita plot di Kudus ini. Harapannya, Kudus kembali seperti semula. Target kita Covid-19 harus hilang dari Kabupaten Kudus,” ujar Luthfi saat memimpin apel besar dalam penanganan Covid-19 di Alun-alun Simpang Tujuh, Kudus, Jumat (4/6/2021) pagi, dikutip Solopos.com.

Kapolda mengatakan saat ini kasus Covid-19 di Jateng memang melonjak tajam. Berdasarkan situs web corona.jatengprov.go.id, Kudus bahkan menempati posisi pertama dalam kasus aktif Covid-19 di Jateng per 3 Juni 2021 dengan jumlah mencapai 1.398 kasus.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Krisis Ruang Perawatan di RS

Gubernur Ganjar Pranowo melakukan pengecekan penanganan Covid-19 di RSUD Dr Loekmono Hadi, Kudus, Senin (31/5). (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)
Perbesar
Gubernur Ganjar Pranowo melakukan pengecekan penanganan Covid-19 di RSUD Dr Loekmono Hadi, Kudus, Senin (31/5). (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)

Hal ini berbanding terbalik dengan tingkat ketersediaan tempat tidur isolasi maupun ICU di Kudus yang telah menipis. Dari 393 tempat tidur isolasi yang disediakan, 359 di antaranya sudah terisi atau sekitar 91%. Sedangkan dari 41 tempat tidur ICU yang disediakan, sekitar 83 tempat tidur sudah terisi atau 92%.

Hal ini, lanjut Kapolda, membuat Kudus dalam kondisi kurang baik dan rawan terjadinya kekurangan tempat tidur di rumah sakit.

“Masalah Covid-19 merupakan tanggung jawab kita bersama bukan hanya pemerintah. Kita harus memutus mata rantai penularan Covid-19. Oleh karena itu harus bergerak bersama untuk mencegah penularan. Salah satunya dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin,” imbuh Lutfhi.

Luthfi menambahkan saat ini pihaknya bekerja sama dengan Kodam IV Diponegoro juga telah menyiapkan 8 unit mobil water canon. Mobil ini akan melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di semua tempat di Kudus.

“Water canon ini akan berjalan tiga hari sekali untuk menyemprotkan disinfektan. Dengan cara ini, semoga bisa menyehatkan situasi, memberikan wawasan kepada masyarakat dan penerapan PPKM mikro secara maksimal di Kudus,” imbuhnya.

Dapatkan berita Solopos.com lainnya, di sini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya