44 Pekerja Bangunan RSUD Mamuju Positif Covid-19, Bermula dari Mudik Lebaran ke Jawa

Oleh Abdul Rajab Umar pada 05 Jun 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 05 Jun 2021, 19:40 WIB
RSUD Mamuju
Perbesar
RSUD Mamuju yang rusak akibat gempa 6.2 magnitudo pada 15 Januari 2021 lalu (Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Mamuju - Kasus Covid-19 di Mamuju, Sulawesi Barat kembali meningkat. Pada Jumat (04/06/2021) terjadi lonjakan 43 kasus.

Sebanyak 39 kasus berasal dari klaster pekerja bangunan RSUD Mamuju yang rusak akibat guncangan gempa 6,2 Magnitudo pada 15 Januari 2021 lalu.

Jubir Satgas Covid-19 Sulawesi Barat, Safaruddin Sanusi mengatakan, total peningkatan kasus Jumat (04/06/2021) sebanyak 49. Satu kasus di Polman, 5 kasus di Mamuju Tengah dan 43 kasus di Mamuju.

"Untuk 43 kasus di Mamuju berasal dari 2 tempat, 4 kasus BPJS Kesehatan dan 39 kasus dari pekerja bangunan RSUD Mamuju yang kontak erat dengan kasus kemarin," kata Safaruddin kepada Liputan6.com.

Sedangkan, Surveilans Dinas Kesehatan Sulawesi Barat, Lidyawati Dahlan mengatakan, klaster pekerja bangunan berawal dari 5 pekerja yang baru mudik dari Pulau Jawa dan dinyatakan positif Covid-19.

Setelahnya, Satgas melakukan skrining terhadap kontak eret mereka. Total 44 pekerja terpapar Covid-19.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Antisipasi Ledakan Covid-19

"Semua pekerja yang kontak erat diswab dan hasilnya positif. Pekerja ini rata-rata dari Pulau Jawa, Jatim dan Jateng yang baru pulang mudik lebaran," Lidyawati menjelaskan.

Saat ini menurut Lidyawati semua pekerja sudah dalam pemantauan Satgas Covid-19 Sulawesi Barat dan Dinas Kesehatan Mamuju. Semua kontak erat pasisn klaster pekerja bangunan ini diskrining untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini.

"Kita screening, karena kita harus hati-hati dengan varian baru virus Covid-19. Karena masuk varian baru ke Sulbar yang kita khawatirkan," tegas Lidyawati.

Karena itu, Lidyawati berharap masyarakat Sulawesi Barat tetap taat protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari. Ia tak ingin kasus Covid-19 di provinsi ke-33 itu kembali meledak seperti beberapa waktu yang lalu pascagempa bumi.

"Semoga masyarakat tetap sadar akan prokes dan kasus Covid-19 tidak bertambah lagi," tutup Lidyawati.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓