Heboh Buaya Naik ke Darat dan Dekati Permukiman Usai Santap Kambing di Indragiri Hilir

Oleh syukur pada 06 Jun 2021, 00:00 WIB
Diperbarui 06 Jun 2021, 00:00 WIB
Kemunculan buaya di Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, setelah 20 tak pernah terlihat.
Perbesar
Kemunculan buaya di Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, setelah 20 tak pernah terlihat. (Liputan6.com/M Syukur)

Liputan6.com, Pekanbaru - Kemunculan buaya besar di Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir, menghebohkan masyarakat sekitar. Apalagi predator puncak di sungai itu tak pernah terlihat 20 tahun belakangan.

Buaya muara itu bahkan menerkam kambing warga dan menjadikan santapan siang. Kemudian, buaya itu terlihat santai naik ke darat lalu mendekati pemukiman warga di pinggir sungai.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono menyebut kemunculan buaya dilaporkan muncul pada 1 Juni 2021. Pihaknya berkoordinasi dengan Polsek untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

"Kami kemudian mengirim tim ke Desa Mumpa untuk melakukan mitigasi konflik satwa," kata Suharyono, Jumat siang, 4 Juni 2021.

Kamis, 3 Juni 2021, tim BBKSDA Riau tiba di lokasi dan berkooordinasi dengan kepala desa serta perangkat dusun. Di desa itu, ada seorang warga mengaku berjumpa dengan buaya yang sedang memangsa kambing di pinggir sungai.

"Kambing yang dimangsa adalah milik warga bernama Tarom," ucap Suharyono.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Lakukan Ritual

Berdasarkan laporan tim di lokasi, akhir-akhir ini buaya tersebut sering muncul dan naik ke darat menuju pemukiman warga. Kemunculan ini sangat jarang terjadi apalagi buaya menuju pemukiman.

"Kepala desa menyebut hampir 20 tahun tidak pernah ada kemunculan satwa Buaya di sekitar lokasi," jelas Suharyono.

Di lokasi, personel BBKSDA Riau mengobservasi sejumlah lokasi dan menemukan bekas cakaran di pinggir sungai. Petugas menghimbau masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai dan mengurangi aktivitas di sungai pada jam tertentu, yaitu pagi dan menjelang malam atau maghrib.

Petugas juga meminta masyarakat tidak membuang bangkai ayam atau membersihkan ayam baru disembelih di sungai karena memancing buaya mendekati pemukiman warga.

"Saat ini satwa buaya sudah menjauh dari pemukiman warga dan mengarah kembali ke Sungai Mumpa," jelas Suharyono.

Masyarakat sekitar juga melakukan ritual adat agar buaya tak mendekat lagi ke pemukiman. Ritual ini merupakan sistem kearifan lokal untuk mitigasi dari gangguan satwa liar.

Apabila buaya muncul lagi, Suharyono menghimbau masyarakat tidak melukai ataupun membunuhnya. Pasalnya buaya merupakan satwa yang dilindungi, apalagi bertindak nekat kepada buaya sangat berisiko bagi keselamatan.

"Kalau melihat langsung laporkan melalui call center BBKSDA Riau Balai dengan nomor 081374742981," Suharyono berpesan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya