Operasi Diperpanjang 2 Bulan, Satgas Madago Raya Belum Bisa Lumpuhkan MIT?

Oleh Heri Susanto pada 04 Jun 2021, 01:00 WIB
Diperbarui 04 Jun 2021, 01:00 WIB
Jumpa pers usai RDP terkait Operasi Madago Raya
Perbesar
Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Abdul Rakhman Baso didampingi Wakil Bupati Poso, Wakil Ketua DPRD Sulteng, dan Danrem 132 Tdl saat memberi keterangan kepada jurnalis usai RDP dengan DPRD Sulteng, Rabu (2/6/2021). (Foto: Heri Susanto/ Liputan6.com).

Liputan6.com, Palu - Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menyatakan Operasi Madago Raya untuk memburu kelompok MIT diperpanjang kembali selama 2 bulan.

Hal itu dikatakan Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Abdul Rakhman Baso usai mengikuti rapat dengar pendapat terkait Operasi Madago Raya dengan DPRD Sulawesi Tengah, Rabu (2/6/2021). Rakhman bilang  target dua bulan itu terhitung sejak 2 Juni 2021.

“Harapannya selesai dua bulan, tapi masalah operasi di Poso itu bukan hanya soal keamanan, ada masalah sosial, ekonomi, dan pembangunan. Makanya kami butuh dukungan banyak pihak,” kata Irjen Pol. Abdul Rakhman Baso di Kantor DPRD Sulteng, Rabu (2/6/2021).

Di pegunungan Kabupaten Poso, Sigi, dan Parigi Moutong, Penanggungjawab Operasi Madago Raya itu menegaskan pasukan TNI dan Polri masih terus berusaha melumpuhkan para buron yang dipimpin Ali Kalora tersebut. Hanya saja diakui jenderal bintang dua itu pihaknya masih dihadapkan dengan adanya simpatisan-simpatisan yang membantu pelarian kelompok MIT itu.

 “Mereka (MIT) bahkan sengaja memberi uang ke sejumlah orang untuk membeli makanan, berarti ada simpatisan yang membantu,” kata Rakhman.

Aparat juga menduga peran lain dari simpatisan itu yakni sebagai memberi tahu keberadaan aparat, yang membuat kesembilan orang yang masuk DPO tersebut sulit terdeteksi aparat.

Operasi Madago Raya sudah digelar sejak 1 Januari, 2021 dan hingga saat ini melibatkan 800 personel gabungan termasuk pasukan elite TNI dan Densus 88. Walau begitu kelompok yang berafiliasi dengan ISIS itu masih menebar teror terhadap masyarakat, seperti yang terjadi pada 12 Mei, 2021 yang menewaskan 4 warga Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓