BMKG: Waspada Siklon Tropis Choi-Wan di Utara Indonesia

Oleh Arie Nugraha pada 01 Jun 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 01 Jun 2021, 10:26 WIB
Bibit siklon tropis terpantau berada di Laut Banda sebelah selatan Maluku.
Perbesar
Bibit siklon tropis terpantau berada di Laut Banda sebelah selatan Maluku. (Foto: BMKG)

Liputan6.com, Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) saat ini terus memonitor perkembangan bibit siklon tropis yang tumbuh di wilayah Utara Indonesia.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengakatan, berdasarkan analisis terbaru tanggal 31 Mei 2021 jam 07.00 WIB kemarin, bibit siklon tropis yang sebelumnya disebut sebagai tropical depression 04W yang telah terdeteksi sejak 30 Mei 2021 jam 07.00 WIB. Saat ini telah berkembang menjadi Siklon Tropis dengan nama Choi-Wan, tepatnya di sekitar Samudrea Pasifik sebelah utara Papua Barat (8.3LU, 131.3BT atau sekitar 850 km sebelah timur laut Tahuna).

"Siklon tropis Choi-Wan saat ini memiliki kecepatan angin maksimum di sekitar sistem siklon mencapai 35 knots atau setara 65 kilometer per jam," ujar Guwanto Selasa (1/6/2021).

Guswanto mengatakan, tekanan udara minimum siklon tropis Choi-Wan mencapai 1000 hPa dengan pergerakan ke arah Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan 9 knots (15 km/jam) menjauhi wilayah Indonesia.

Diperkirakan dalam periode 24 jam ke depan ucap Guswanto, intensitas siklon tropis Choi-Wan akan mengalami peningkatan intensitas dengan arah gerak terus menjauhi wilayah Indonesia.

"Siklon tropis Choi-Wan dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode dua hari kedepan," kata Guswanto.

Di antaranya prakiraan turunnya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Maluku.

Selain itu, gelombang laut dengan ketinggian 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Laut Maluku bagian utara, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua Barat. Gelombang laut dengan ketinggian 4-6 meter di Samudra Pasifik utara Papua Barat.

"Angin Kencang di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara," tukas Guswanto.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada khususnya di wilayah yang terkena dampak tidak langsung dari keberadaan siklon tropis Choi-Wan.

Peningkatan curah hujan yang terjadi juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana. 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓