Persoalan Asmara Bikin Mahasiswa di Majene Nekat Akhiri Hidup

Oleh Abdul Rajab Umar pada 28 Mei 2021, 03:00 WIB
Diperbarui 28 Mei 2021, 09:13 WIB
Ilustrasi gantung diri (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Perbesar
Ilustrasi gantung diri (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Liputan6.com, Majene - MN (20) warga Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Majene, Sulawesi Barat nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Persoalan asmara diduga menjadi penyebab aksi nekat mahasiswa salah satu universitas swasta Islam di Makassar itu.

Kasatreskrim Polres Majene, AKP Jamaluddin mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh Ahmad Dani, teman sepermainannya, dalam keadaan meninggal pada Rabu (26/05/2021) sekitar pukul 19.00 Wita. Saat itu, Dani menerima panggilan dari pacar korban untuk memeriksa keadaan korban di rumahnya.

"Saksi mengaku diminta untuk memeriksa korban, karena dia mengancam ingin bunuh diri kepada pacarnya," kata Jamaluddin kepada Liputan6.com, Kamis (27/5/2021).

Jamaluddin menambahkan, saat tiba di rumah MN, saksi sempat beberapa kali memanggil MN. Karena tak ada respon, saksi pun masuk ke halaman rumah. Saksi kemudian melihat ke arah butik ibu korban. Dani menduga MN sedang menjahit.

"Setelah saksi melihat kembali ke dalam ruangan, ternyata korban dalam keadaan gantung diri pada seutas tali dan sudah dalam keadaan meninggal," ujar Jamaluddin.

Saksi kemudian berteriak memanggil ibu korban dan mencoba menyelamatkan korban dengan mengangkatnya, tetapi sudah terlambat. Korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi lidah menjulur ke luar dan mengeluarkan kotoran. Handphone milik korban ditemukan tepat di depannya.

"Dugaan sementara, penyebab korban gantung diri karena adanya permasalahan dengan pacarnya. Dikuatkan dengan adanya percakapan via WhatsApp di handphone korban dengan pacar korban, yang intinya menyampaikan bahwa korban akan bunuh diri," tutup Jamaluddin.

 

Kontak Bantuan

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓