3 Menteri Menilik Sentra Pengolahan Beras Canggih di Kebumen

Oleh Rudal Afgani Dirgantara pada 24 Mei 2021, 23:15 WIB
Diperbarui 24 Mei 2021, 23:15 WIB
3 menteri meninjau Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Istimewa)
Perbesar
3 menteri meninjau Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Kebumen - Tiga menteri Kabinet Indonesia Maju berkunjung ke Kabupaten Kebumen, Minggu (23/5/2021). Menteri BUMN Erick Thohir bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengunjungi Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Dusun Krajan, Desa Kaliputih, Kecamatan Kutowinangun.

SPBT merupakan hasil kolaborasi Bank Mandiri dan Pertamina melalui dana pertanggungjawaban sosial perusahaan atau CSR.

Aksi kolaborasi dua BUMN ini bertujuan menumbuhkan kecakapan berwirausaha di kalangan petani. Pada akhirnya, program ini bertujuan meningkatkan pendapatan petani dengan memperpendek rantai penjualan gabah dari para petani ke konsumen.

“Saya memuji kolaborasi antara Bank Mandiri dan Pertamina dalam pembentukan Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) ini," kata Erick Tohir.

Fasilitas pengolahan ini mampu memproses 3 ton gabah dalam waktu 1 jam. Dengan kemampuan ini, dalam waktu 2,5 bulan (Maret - Mei 2021), SPBT menyerap 658 ton gabah dengan nilai transaksi sekitar Rp4 miliar.

Nilai transaksi diperkirakan akan terus bertambah seiring permintaan kepada PT Mitra Desa Kebumen (PT MDK), pengelola SPBT, untuk menghasilkan 1.500 ton beras.

"Penggilingan beras ini tak hanya akan meningkatkan produktivitas petani untuk menghasilkan beras premium demi mewujudkan ketahanan pangan, namun karena dikelola berdasarkan model perusahaan dengan pendampingan dan pengawasan oleh Bank Mandiri , SPBT ini akan menjadi milik para petani dan masyarakat lokal,” ujar dia.

 

BUMDes Bersama

3 menteri meninjau Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Istimewa)
Perbesar
3 menteri meninjau Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Istimewa)

PT MDK terbentuk dari pendampingan Government Project Bank Mandiri. Saham PT MDK dimiliki petani dan masyarakat yang digabung secara profesional dalam bentuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Selain Gapoktan, BUMDes Bersama serta PT Mitra Bumdes Nusantara (PT MBN) juga menjadi pemilik saham. Keterlibatan badan hukum ini diyakini mampu memperkuat kelembagaan dan sumber daya perusahaan.

Program ini terbilang sukses setidaknya karena pengelolaan yang profesional para pengurusnya. Mereka terdiri dari milenial yang merupakan putra daerah.

Di sisi lain, Bank Mandiri juga terlibat aktif mengawasi dan mendampingi kinerja para pengelola. Pengawasan Bank Mandiri menjaga performa PT MDK tetap pada jalurnya.

Dari SPBT, kunjungan Menteri BUMN dan rombongan dilanjutkan di Desa Tanjungsari Kutowinangun. Di sini, Erick memberi motivasi usaha dan mengunjungi warung usaha kelompok nasabah Mekar.

Ia juga berdialog dengan kelompok nasabah Mekar yang memiliki usaha jual beli sembako, jual beli kelapa, produksi tempe, petani bayam, peternak ayam dan sebagainya.

Pada kunjungan kerja ini, para menteri didampingi Direktur BUMN terkait. Mereka antara lain Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Direktur Utama PNM Arief Mulyadi, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dan Direktur Hubungan Lembaga Bank Mandiri Rohan Hafas.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓