Kiprah Daseng Literasi untuk Pendidikan Anak di Pulau Lembeh Bitung

Oleh Yoseph Ikanubun pada 24 Mei 2021, 06:00 WIB
Diperbarui 24 Mei 2021, 06:00 WIB
Kegiatan yang digelar di kelurahan Posokan, Lembeh Utara, Kota Bitung ini dengan memberikan 415 buku pembelajaran dari hasil donasi.
Perbesar
Kegiatan yang digelar di kelurahan Posokan, Lembeh Utara, Kota Bitung ini dengan memberikan 415 buku pembelajaran dari hasil donasi.

Liputan6.com, Manado - Ketersediaan buku pembelajaran bagi anak sekolah khususnya di wilayah kepulauan masih sangat minim. Seperti yang dialami anak usia sekolah di Pulau Lembeh, Kota Bitung, Sulut. Kondisi ini yang mendorong Komunitas Mari Jo Belajar Region Sulut ikut membantu anak-anak melalui Daseng Literasi.

Mengambil momentum peringatan Hari Buku Sedunia, Komunitas Mari Jo Belajar Region Sulut menyumbangkan buku hasil donasi sebanyak 415 buah. Buku pembelajaran ini diserahkan ke Pengurus Daseng Literasi yang ada di Kelurahan Posokan, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung, Sulut, Sabtu (22/5/2021).

"Bantuan yang diberikan oleh Komunitas Mari Jo Belajar Region Sulut ini, sangat membantu proses pembelajaran bagi anak-anak. Juga masyarakat yang ada di Daseng Literasi Posokan ini," ujar pendiri Daseng Literasi Posokan Riswanto Pudinaung.

Dia mengatakan, Daseng Literasi dibuat ketika melihat kondisi lingkungan yang ada di Posokan. Pertama, jauh dari pusat kota, kemudian orang-orangnya belum terlalu banyak sekolah keluar karena berbagai faktor seperi biaya dan jarak.

“Apalagi akses jalan dan internet sangat sulit di sini. Sehingga alternatif yang dibuat dengan membuka perpustakaan dengan konteksnya literasi,” ujar Riswanto.

Daseng Literasi Posokan ini didirikan pada September 2019. Awal pembentukannya, terjadi diskusi yang melibatkan 5 orang pemuda.

 

Literasi untuk Anak di Daerah Terpencil

Dia mengungkapkan, ketika itu ada beberapa kawan yang sedang tahapan penyelesaian studi, kemudian terhalang karena tidak memiliki ketersediaan buku. Maka, dari situ pula awal terdorong membuat Daseng Literasi ini.

“Agar tidak ada lagi kejadian yang sama, ketika memerlukan buku untuk penyelesaian studi, malah tidak ada," tuturnya.

Riswanto mengatakan, dengan adanya bantuan buku dan motivasi yang ada dari Komunitas Mari Jo Belajar Region Sulut, sangatlah membantu. Apalagi, bagi 40 anak yang sekolah di tingkat SD, SMP dan SMA yang terlibat membaca setiap Sabtunya di Daseng Literasi Posokan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Mari Jo Belajar Region Sulut," ujarnya.

Dia berharap, Pemerintah Kota Bitung bisa memperhatikan daerah Pulau Lembeh, terlebih jaringan internet untuk menunjang proses belajar-mengajar.

Ketua Komunitas Marijo Belajar Region Sulut Jesisca V Tarima menjelaskan, pihaknya saat ini menjalankan program 'Mari Jo Baku Bantu' dirangkaikan dengan peringatan Hari Buku Sedunia, yang jatuh pada tanggal 17 Mei. Kegiatan yang digelar di kelurahan Posokan, Lembeh Utara, Kota Bitung ini dengan memberikan 415 buku pembelajaran dari hasil donasi.

“Kemudian mengajak anak-anak untuk membaca dan mempresentasikan hasil bacaannya,” ujarnya.

Bukan itu saja, anak-anak juga diberikan motivasi untuk terus belajar guna mencapai cita-citanya. Beragam permainan juga diberikan agar anak-anak di Pulau Lembeh, Kota Bitung, bisa terhibur dengan kedatangan Tim Mari Jo Belajar.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓