Hadapi Kedatangan Arus Balik Lebaran, Kamar Indekos di Bandung Jadi Tempat Isolasi

Oleh Huyogo Simbolon pada 20 Mei 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 20 Mei 2021, 08:00 WIB
Kegiatan Pasien Berstatus OTG di Pagi Hari
Perbesar
Sejumlah pasien COVID-19 yang berstatus OTG berolahraga pagi di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/12/2020). Kegiatan olahraga tersebut rutin dilakukan setiap pagi hari untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien yang menjalani isolasi mandiri. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Bandung - Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan aparat kewilayahan untuk memantau orang yang melakukan arus balik mudik atau yang kembali ke Kota Bandung. Hal tersebut dalam rangka tracing dan testing untuk antisipasi lonjakan kasus Covid-19.

"Misal, kemarin tetangganya tiba-tiba tidak ada sekian hari, berarti kemungkinan dia mudik. Pada saat kembali kita minta itu yang dilakukan tes," katanya di Bandung, Rabu (19/5/2021).

Menurut Yana, berdasarkan arahan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pemerintah di daerah harus memprioritaskan pemudik dari kawasan Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung raya agar melakukan tes Covid-19 baik PCR maupun rapid test antigen. Untuk itu, aparat kewilayahan di tingkat RT dan RW harus tahu para pemudik yang kembali ke Kota Bandung.

"Termasuk apakah dia nanti harus isolasi mandiri, teman-teman kewilayahan yang harus melakukannya," ujarnya.

Sementara itu, Camat Bandung Wetan, Sony Bakhtyar mengatakan, di wilayahnya, terutama Kelurahan Tamansari banyak rumah indekos yang saat ini kosong. Indekos tersebut bisa dipakai sebagai tempat isolasi mandiri.

"Banyak mahasiswa yang sudah pulang kampung karena mengikuti pembelajaran secara daring. Nah, warga menyumbangkan juga swadaya. Itu boleh digunakan untuk isolasi warga yang berada di Kecamatan Bandung Wetan," katanya.

Menurut Sony, saat ini pihaknya baru memantau warga yang meminta izin kepada lurah untuk melakukan perjalanan ke luar wilayah Bandung dan sudah didata berapa yang meminta izin kepada para lurah, baik di Tamansari, Citarum, dan Cihapit.

"Sekarang sedang kita data, baik masyarakat yang sudah kembali lagi. Dan yang tadi meminta izin itu kita cek sudah kembali ke Kota Bandung atau belum. Setelah kembali, mereka harus isolasi dulu termasuk juga warga yang dari luar Kota Bandung masuk ke wilayah Bandung Wetan itu pun sedang kita data," tuturnya.

Sony mengatakan, pengajuan masyarakat tersebut diawasi oleh Satgas Covid-19 tingkat RW di tiga Kelurahan Citarum, Cihapit, dan Taman Sari.

"Jadi kita bentuk Satgas Covid-19 tingkat RW. Jadi RW ini berkontribusi untuk melaporkan dan melihat warganya. Apakah ada yang keluar atau masuk itu kan dipantau oleh satgas sampai ke level RW, jumlah pastinya kita sedang olah terus datanya karena setiap hari bertambah," katanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya