Hujan Deras Seharian Bikin Sungai Meluap, 5 Kecamatan di Kaltara Terendam Banjir

Oleh Abelda Gunawan pada 17 Mei 2021, 14:00 WIB
Diperbarui 17 Mei 2021, 14:59 WIB
Bencana banjir di Malinau Kalimantan Utara
Perbesar
Bencana banjir di Malinau Kalimantan Utara, Minggu (16/5/2021).

 

Liputan6.com, Tarakan - Banjir parah melanda Kabupaten Malinau, Kalimatan Utara, akibat sungai di Mentarang Hulu meluap. Sebagian masyarakat yang terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. 

Hujan deras membuat luapan air sungai di Mentarang Hulu merendam mayoritas wilayah kota yang berbatasan dengan Negeri Jiran  itu.

"Hujan deras sejak pagi hingga sungai di Mentarang Hulu meluap," kata Ketua Relawan Masyarakat Peduli Bencana (RMPB) Malinau, Anwar, Minggu (16/5/2021).  

Anwar mengatakan, banjir di Malinau sudah terpantau sejak pukul 10.25 Wita dengan ketinggian dari 30 hingga 60 centimeter. Banjir makin parah menyusul meluapnya sungai di Kecamatan Mentarang Hulu hingga merendam lima kecamatan; Mentarang Hulu, Mentarang, Malinau Kota, Malinau Utara, dan Malinau Barat

"Selain Kecamatan Mentarang Hulu, ada 4 kecamatan lagi terendam banjir di antaranya Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat dan Kecamatan Mentarang," jelasnya.

Pusat banjir terkonsentrasi di 13 desa dengan ketinggian air yang beragam. Ratusan rumah dan bangunan warga dipastikan terendam oleh genangan air sungai.

2 dari 4 halaman

Ketinggian Air Capai 4 Meter

Sementara itu, salah satu warga di Malinau yang terdampak banjir, Muh Bali menyebutkan, banjir yang merendam Malinau memiliki ketingian air yang beragam. Di Kecamatan Malinau Barat contohnya, ketinggian air mencapai 2 hingga 4 meter.

"Sejak pagi air sudah naik ke rumah, di rumah saya sendiri di Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat ketinggian air mencapai 3 meter," ungkap Bali.

Banjir ini pula yang mematikan seluruh jaringan komunikasi, listrik, dan air bersih. Beberapa rumah warga bahkan hanyut terbawa arus air yang mengalir deras.

"Tadi infonya ada juga rumah warga yang hanyut terbawa arus, tapi belum tahu berapa banyak rumah yang hanyut akibat banjir ini," beber Bali.

Dengan adanya musibah banjir ini, Bali mengaku belum tahu adanya bantuan pengungsian sudah disiapkan Pemkab Malinau. Warga masih berusaha menyelamatkan diri dan keluarganya masing-masing dari banjir dan penyakit.

Warga memilih mengungsi ke fasilitas bangunan publik seperti gereja dan balai adat warga Dayak. Bangunan ini memang biasanya dibangun di lokasi daratan yang tinggi.

"Belum tahu, sementara ini warga masih banyak mengungsi di gereja, balai adat dan dataran yang lebih tinggi," tegasnya.

3 dari 4 halaman

Bantuan Basarnas

Sementara itu, Kepala Basarnas Tarakan Amiruddin menuturkan, pihaknya telah mendapatkan laporan terkait musibah banjir di Malinau. Basarnas Tarakan pun siaga dengan sejumlah peralatan yang dimiliki, jika nantinya dibutuhkan untuk melakukan pertolongan.

"Sejauh ini Basarnas hanya melakukan pemantauan, karena dari hasil koordinasi dengan BPBD Kaltara masyarakat telah mengungsi secara mandiri, jadi belum ada yang membutuhkan bantuan evakuasi," ucap Amiruddin saat dihubungi via telepon.

Amiruddin memastikan, dengan adanya musibah banjir ini belum ada laporan terkait adanya korban. Namun, dari Basarnas Tarakan sendiri tetap akan berkoordinasi dengan BPBD Malinau, guna mengantisipasi adanya hal yang membahayakan warga.

"Kalau sekarang kita belum dapat laporan adanya korban jiwa, tapi kita tetap akan berkordinasi dengan pihak terkait," pungkasnya.

4 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓