Duka pada Hari Raya, 3 Pemudik Hanyut di Limapuluh Kota Ditemukan Meninggal Dunia

Oleh Novia Harlina pada 14 Mei 2021, 22:00 WIB
Diperbarui 14 Mei 2021, 22:00 WIB
Korban hanyut di Limapuluh Kota. (Liputan6.com/ Dok SAR Limapuluh Kota).
Perbesar
Korban hanyut di Limapuluh Kota. (Liputan6.com/ Dok SAR Limapuluh Kota).

Liputan6.com, Limapuluh Kota - Sebanyak tiga pemudik yang hanyut di Sungai Batang Kapur, Taluak Sabanio, Nagari Muaro Paiti, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat ditemukan meninggal dunia.

Sebelumnya, empat pemudik Lebaran 2021 dari Riau menuju Sumatera Barat melalui jalur sungai menggunakan perahu dilaporkan hanyut di Kabupaten Limapuluh Kota.

Perahu yang ditumpangi empat orang tersebut, terbalik di Sungai Taluak Subanio, Nagari Muaro Paiti, Kecamatan Kapur IX pada Rabu (12/5/2021). Dari empat orang pemudik itu, satu di antaranya berhasil menyelamatkan diri.

Komandan SAR Limapuluh Kota, Robi Saputra mengatakan korban pertama ditemukan pada Jumat (14/5/2021) pukul 07.25 WIB atas nama Rajid (30) warga Bayang Kabupaten Pesisir Selatan.

"Rajid ditemukan di wilayah Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau," kata Robi.

Korban kedua ditemukan tak lama setelahnya yakni pukul 09.00 WIB atas nama Fadil Irsandi (20), ia ditemukan 14 kilometer dari korban pertama yang juga berada di daerah Kampar Riau, tepatnya sekitar Candi Muaro Takus.

Sementara yang ketiga, atas nama Nofi Arisman (31) ditemukan pukul 11.15 WIB, korban ditemukan di Muaro Paiti, sekitar dua hingga tiga kilometer dari lokasi perahu dilaporkan terbalik.

"Seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," jelasnya.

Proses pencarian korban yang hanyut itu, lanjutnya dilakukan petugas SAR Limapuluh Kota bersama BPBD, TNI dan Polri. Dengan ditemukannya seluruh korban yang dilaporkan hilang, maka tim SAR menghentikan proses pencarian.

"Korban dibawa ke rumah duka masing-masing," kata Robi.

Satu orang yang berhasil selamat dalam insiden itu, yakni Rahman Rahim. Pemudik ini diduga sengaja mengambil jalur mudik melewati sungai, karena takut disekat di perbatasan jika melewati jalur darat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓