Penyebab Kasus Covid-19 Baru di Sulut Melonjak Tiba-Tiba

Oleh Yoseph Ikanubun pada 14 Mei 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 14 Mei 2021, 09:00 WIB
Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor menggelar rapid test antigen secara acak kepada para juru parkir dan pedagang Pasar Kebon Kembang.
Perbesar
Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor menggelar rapid test antigen secara acak kepada para juru parkir dan pedagang Pasar Kebon Kembang.

Liputan6.com, Manado - Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel melaporkan, ada penambahan 26 kasus baru positif Covid-19 di Sulut pada, Kamis (13/5/2021).

“Terkait angka yang cukup tinggi di Sulut bila dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, bisa kami jelaskan bahwa ini terkait kebijakan nasional,” ujar Dandel.

Lonjakan kasus baru ini ternyata dipicu oleh kebijakan nasional terhasil hasil tes antigen.

Dia mengatakan, kebijakan terkini telah mewajibkan kasus-kasus positif dengan pemeriksaan antigen untuk dilaporkan sebagai kasus konfirmasi positif Covid-19, tidak hanya kasus positif melalui metode Rapid Test PCR. Setelah dilakukan klarifikasi telah didapat cukup banyak kasus antigen positif sejak bulan Januari sampai Mei 2021.

“Sejak hari ini akan diumumkan secara bertahap. Jadi bisa disampaikan bahwa terdapat 14 kasus hari ini yang merupakan kasus lama dari hasil pemeriksan Antigen,” kata Dandel.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Persebaran Kasus Covid-19 di Sulut

Puluhan kasus baru itu berasal dari Manado (7), Tomohon (2), Minahasa (2), Minahasa Tenggara (10), Kotamobagu (1), Kepulauan Talaud (1), dan 3 kasus dari luar wilayah Sulut. Dengan penambahan 26 kasus baru itu, maka jumlah akumulasi kasus positif Covid-19 di Sulut sebanyak 15.705.

“Sedangkan untuk pasien sembuh bertambah satu kasus, sehingga jumlah akumulasinya menjadi 13.620 orang. Untuk angka kesembuhan mencapai 86,72 persen,” ujarnya.

Dandel juga melaporkan ada penambahan kasus pasien yang meninggal dunia sebanyak 1 kasus yaitu warga Minahasa Utara. Wanita berusia 32 tahun itu meninggal dunia dengan penyakit penyerta TB dan radang otak.

“Jumlah akumulasi pasien meninggal dunia sebanyak 529 orang, dengan angka kematian atau case fatality rate sebesar 3,37 persen,” ujar Dandel.

Sementara itu untuk kasus aktif Covid-19 di Sulut berjumlah 1.556 orang, atau sebesar 9,91 persen.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by