Saksi Ledakan Petasan di Kebumen: Saya Tidak Bisa Mengenali Wajah Anak

Oleh Muhamad RidloRudal Afgani Dirgantara pada 13 Mei 2021, 02:30 WIB
Diperbarui 13 Mei 2021, 02:44 WIB
Ledakan petasan menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya luka, di Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen)
Perbesar
Ledakan petasan menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya luka, di Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen)

Liputan6.com, Kebumen - Meledaknya petasan hingga menyebabkan tiga warga meninggal di Desa Ngabean Kecamatan Mirit menyisakan duka mendalam bagi Untung (55).

Lebaran yang hanya tinggal menunggu jam, berubah menjadi tangisan saat serbuk petasan meledak di rumahnya.

Dari kejadian itu, anak keduanya yang bernama Muhammad Taufiq (27) meninggal dunia akibat ledakan yang terjadi menjelang waktu berbuka puasa sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis (13/5).

"Saat kejadian, saya tidak di rumah. Saya berada di belakang rumah," kata Untung, dikutip dari keterangan tertulis Polres Kebumen, Rabu malam.

Namun detik-detik kejadian, Untung mendengar jelas gelegar suara ledakan petasan yang memekakan telinga. Lantas ia menuju ke sumber suara, dan melihat peristiwa mengerikan pasca-suara ledakan tersebut.

"Sudah pada tergeletak. Tidak bergerak. Darah di mana-mana. Sampai saya tidak bisa mengenali wajah anak saya," katanya.

Beberapa hari sebelumnya, ia sempat menegur anaknya untuk tidak membuat petasan, karena lingkungan sekitar tidak semuanya suka dengan suara petasan.

Untung tidak pernah tahu, dari mana anaknya mendapatkan serbuk petasan. Sebab, Muhammad Taufiq sehari-hari merantau di luar kota.

Menjelang Lebaran, ia ingin merayakan dengan meriahnya petasan. Ia bersama saudara serta tetangganya membuat sendiri selongsong petasan dari kertas bekas hanya berdasarkan pengalamannya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pemusnahan Serbuk Petasan

Petasan Meledak dan sebabkan tiga orang tewas, 5 lainnya luka-luka. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen)
Perbesar
Petasan Meledak dan sebabkan tiga orang tewas, 5 lainnya luka-luka. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen)

Namun kemeriahan yang sebelumnya direncanakan berubah menjadi petaka. Ia bersama dengan tujuh pemuda lainnya menjadi korban ledakan petasan.

Terkait hal tersebut, sebenarnya Polres Kebumen sejak lama melakukan antisipasi dengan menggelar Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan atau KKYD dengan sasaran Miras dan Petasan.

Sejak sebelum Bulan Ramadhan, siang malam menggelar kegiatan KKYD. Juga, tak sedikit pula serbuk petasan yang diamankan dalam kegiatan KKYD tersebut.

Sebanyak 215 Kilogram serbuk petasan, kurang lebih seminggu yang lalu dimusnahkan oleh Polres Kebumen dengan melibatkan Tim Gegana Brimob Polda Jateng di kawasan Puslitbang TNI AD atau di bibir pantai Setrojenar Buluspesantren.

"Kegiatannya KKYD yang kita gelar, salah satu antisipasi hal semacam ini. Kita turut berbela sungkawa atas kejadian ini," jelas Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama saat memimpin olah TKP.

Sementara, diperkirakan, petasan meledak karena kecerobohan saat memasukan serbuk petasan ke dalam selongsong.

Mengenai jumlah serbuk yang meledak masih akan menunggu Tim Labfor Polda Jateng yang akan melakukan olah TKP lanjutan di lokasi kejadian, dalam waktu dekat.

Korban meninggal masing-masing diketahui bernama Muhammad Taufik Hidayat (27), Rizky (19) dan Sugiyanto (23).

Sedangkan korban mengalami luka-luka yakni Bambang priyono (29), Rio Dwi Pangestu (22), Alib (24), Irwan (25) dan Ratna.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya