Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah di Sumut Salat Idul Fitri

Oleh Reza Efendi pada 12 Mei 2021, 11:24 WIB
Diperbarui 12 Mei 2021, 11:24 WIB
Tarekat Naqsabandiyah
Perbesar
Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah Salat Idul Fitri, Rabu (12/5/2021)

Liputan6.com, Medan Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah yang berada di Pondok Pesantren Darusshofa, Marindal, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) melaksanakan Salat Idul Fitri, Rabu (12/5/2021).

Dewan Mursidin Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah, Syekh Muda Markum mengatakan, pihaknya menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah dengan metode Hisab Qamariyah. Dari perhitungan tersebut, ditetapkan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah pada hari ini.

"Kami, jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah di Medan dan Deli Serdang, Salat Idul Fitri hari ini," katanya.

Diterangkannya, saat ini mereka tidak melaksanakan Salat Idul Fitri di Bandar Tinggi, Simalungun. Hal ini dikarenakan adanya penyekatan yang dilakukan pemerintah. Khusus di Medan dan Deli Serdang, Salat Idul Fitri dipusatkan di Pondok Pesantren Darusshofa Marindal.

"Saat salat, kami para jemaah dibatasi dan diwajibkan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19," terangnya.

Diharapkan Markum, meskipun Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah memiliki perbedaan terkait penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah, hal tersebut jangan dijadikan perdebatan, melainkan suatu rahmat.

"Kami berpesan, agar pada Hari Raya Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19, masyarakat Indonesia diberikan kesehatan, serta bencana ini cepat berlalu," harapnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Hisab Qomariyah

Tarekat Naqsabandiyah
Perbesar
Jemaah Tarekat Naqsabandiyah berada di Pondok Pesantren Darusshofa, Marindal, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) melaksanakan Salat Idul Fitri, Rabu (12/5/2021)

Sebelumnya pada Selasa, 11 Mei 2021, Markum menjelaskan, dasar perhitungan terkait ibadah, khususnya puasa Ramadan melalui Hisab Qomariyah yang dilakukan Dewan Fatwa Tareqat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah di pondok pesantren atau Rumah Ibadah Suluk Bandar Tinggi, Simalungun.

"Tuan Guru Syekh Muhammad Nur Ali selaku Mursyid Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah Bandar Tinggi telah menyampaikan kepada kita semua, selaku muridnya, bahwa satu Syawal 1442 Hijriah, Hari Raya Idul Fitri, jatuh pada hari Rabu 12, Mei 2021. Terkait dengan perbedaan itu rahmat dan wajar," jelas Markum.

Diungkapkan Markum, pihak Tareqat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah memastikan tidak ada melakukan takbiran keliling. Sebab, Hari Raya Idul Fitri kali ini masih berada pada situasi pandemi virus corona Covid-19. Pihaknya selalu mengimbau jemaah dan masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan.

"Semuanya demi kebaikan bersama, sembari kita bermohon kepada Allah SWT, agar musibah ini cepat berlalu," ucapnya.

3 dari 4 halaman

Penetapan Awal Ramadan

Tarekat Naqsabandiyah
Perbesar
Para jemaah dibatasi dan diwajibkan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19

Sebelumnya pada Senin, 12 Apri 2021, jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah di Sumut menetapkan sebagai awal bulan suci Ramadan 1442 Hijriah.

Selama menjalankan ibadah puasa Ramadan, seperti Salat Tarawih, para jemaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah tetap mengikuti aturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan lainnya. Kita tetap ikuti protokol kesehatan secara disiplin dalam setiap kegiatan ibadah," Syekh Muda Markum menerangkan.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓