Dapat Bantuan Modal Rp3,5 Juta, Pelaku UMKM Bantul Yakin Bisnisnya Bisa Melesat

Oleh Switzy Sabandar pada 13 Mei 2021, 06:00 WIB
Diperbarui 13 Mei 2021, 06:00 WIB
UMKM Bantul
Perbesar
Kementerian Sosial bekerja sama dengan inkubator bisnis PT. ZFN Agape Indonesia (Titipku) yang menerjunkan sejumlah mentor untuk mendampingi UMKM Bantul

Liputan6.com, Yogyakarta- Sebanyak 106 UMKM di Bantul mendapat bantuan modal masing-masing sebesar Rp 3,5 juta. Bantuan modal untuk UMKM Bantul ini bagian dari Program Kewirausahaan Sosial (Prokus).

Tidak hanya bantuan modal, pelaku UMKM ini juga mendapat pendampingan bisnis dari inkubator bisnis. Kementerian Sosial bekerja sama dengan inkubator bisnis PT ZFN Agape Indonesia (Titipku).

Dalam Prokus di Kabupaten Bantul, PT ZFN Agape Indonesia (Titipku) menerjunkan tim mentor bisnis yang telah berpengalaman lebih dari tiga tahun yang terdiri dari Kintan Saraswati (project leader), Ardhi Setyo Putranto (Chief of Mentor), Ershalat Tahta Nabhanudin, Hutoro Saputro, Aryo Sasongko, Luthfia Anggit Kusumaningrum, Ferina Nurjanah, Restu Indrawati sebagai Co-Mentor.

Lantas, apa yang dilakukan pelaku UMKM setelah menerima bantuan modal dan mendapat pendampingan? Salah satu pelaku UMKM di Bantul Sri Utami mengaku kesulitan meningkatkan kapasitas produksi camilan karena modalnya terbatas. Setelah mengikuti Prokus, ia bisa membeli tambahan alat produksi untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Demikian pula dengan Ika Lestari, pelaku UMKM peyek kacang dan bawang goreng di Bantul. Ia memilih untuk membeli oven. Tujuannya, mengembangkan produk menjadi aneka roti.

Mujiah, pelaku UMKM kerajinan di Bantul kini juga memiliki mesin jahit. Dulu ia kesulitan mengembangkan usahanya karena keterbatasan alat. Dengan mesin jahit baru, Mujiah bisa membuat beragam produk kerajinan.

CEO Titipku, Henri Suhardja, berkomitmen membantu UMKM memperluas jangkauan pemasaran melalui aplikasi digital.

Sementara, Ardhi Setyo Putranto, Chief of Mentor, dalam siaran persnya, mengatakan model pendampingan yang diberikan mengacu kepada kebutuhan masing-masing UMKM.

"Jadi dalam memberikan mentoring bisnis dilakukan secara personal agar strategi yang diberikan kepada pelaku UMKM di Bantul dapat berjalan secara optimal," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓