Distribusi Pupuk di Sumut Berjalan Lancar, Dipastikan Tidak Langka

Oleh Reza Efendi pada 11 Mei 2021, 10:15 WIB
Diperbarui 11 Mei 2021, 10:15 WIB
Wujudkan Ketahanan Pangan, Kementan Terus Kawal Penyaluran Pupuk Bersubsidi
Perbesar
Pemberian pupuk bersubsidi ini haruslah memenuhi enam prinsip utama yang sudah dicanangkan atau disebut 6T.

Liputan6.com, Medan Pupuk bersubsidi memberikan dampak peran penting bagi para petani, khususnya yang tidak mampu. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara (Sumut), Jhoni Akim Purba.

"Dampaknya adalah meningkatkan produksi dan produktivitas, dan membantu masyarakat yang mampu. Yang jelas, pupuk bersubsidi membantu orang tidak mampu," kata Jhoni, Selasa (11/5/2021).

Jhoni memastikan tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi di Sumut. Justru penyerapan pupuk bersubsidi di Sumut hingga saat ini sudah sampai 30 persen.

"Kalau terjadi di lapangan, mungkin kiosnya belum nebus, distributornya belum nebus, atau petani belum menyerahkan RDKK, Rancangan Definitif Kebutuhan Kelompok-nya, itu aja. Tidak langka," tegasnya.

Jhoni menyebut, distribusi pupuk bersubsidi di Sumut berjalan dengan lancar dan manfaatnya telah dirasakan oleh para petani, karena pupuk bersubsidi sangat membantu peningkatan produksi tanaman mereka.

"Jika secara tatanan sudah baik, yang menjadi kelemahan adalah sistemnya e-RDKK. Di lapangan sering tidak ada sinyal ketika mau upload. Itu aja persoalannya," Jhoni menerangkan.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Alokasi Pupuk

Pupuk bersubsidi di Kabupaten Ciamis. foto. Istimewa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Perbesar
Pupuk bersubsidi di Kabupaten Ciamis. foto. Istimewa (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Sebelumnya, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumut, Dahler Lubis menjelaskan, alokasi urea pada tahun 2021 mencapai 154.916 ton atau naik dari tahun lalu yang hanya mencapai 148.426 ton.

Begitu juga pupuk SP-36 yang tahun ini dialokasikan sebanyak 38.907 ton dari yang sebelumnya berkisar 36.932 ton, serta pupuk organik yang mencapai 19.918 ton dibanding tahun lalu hanya sekitar 19.638 ton.

"Alokasi pupuk NPK sama seperti tahun lalu, 114.112 ton. Alokasi pupuk ZA mengalami penurunan dari tahun lalu, mencapai 37.555 ton, menjadi 34.008 ton pada 2021," terangnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓