Banjir Kepung Limapuluh Kota, Jembatan Putus dan Ternak Hanyut

Oleh Novia Harlina pada 10 Mei 2021, 23:00 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 23:00 WIB
Banjir landa Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. (Liputan6.com/ ist)
Perbesar
Banjir landa Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. (Liputan6.com/ ist)

Liputan6.com, Limapuluh Kota - Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Sumatera Barat sejak Minggu (9/5/2021), menyebabkan banjir di Kecamatan Akabiluru Kabupaten Limapuluh Kota.

Bencana itu terjadi karena meluapnya air Sungai Batang Kapur, Kecamatan Akabiluru. Banjir tersebut mengakibatkan sejumlah tujuh rumah warga terendam banjir.

Banjir juga menyebabkan runtuhnya badan jalan Muaro Paiti menuju Lubuk Alai. Akibatnya satu unit mobil truk terjebak di dalam terban tersebut.

Kemudian satu unit jembatan penghubung di Nagari Pauh Sarik putus, tali bandar irigasi di Lubuk Bongka, Sari Bulan, dan Baliak Datar juga putus.

"Lahan perikanan milik BUMNag juga rusak akibat banjir kali ini," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur kepada Liputan6.com, Senin (10/5/2021).

Selain itu, lanjutnya, tiga ekor kerbau milik warga juga hanyut. Saat ini, petugas masih berada di lapangan untuk membantu warga.

"Tim gabungan di lapangan bersama warga membantu mengevaksuasi harta benda masyarakat yang terdampak banjir," jelasnya.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau, sudah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan intensitas tinggi disertai petir dan kilat di beberapa daerah Sumbar beberapa hari ke depan.

Dari keterangan BMKG Minangkabau, hujan terjadi di Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, Limapuluh Kota, Agam, Bukittinggi, Padang Panjang, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Solok.

Kemudian Sijunjung, Pesisir Selatan, dan Dharmasraya. BMKG Minangkabau mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

2 dari 2 halaman

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓