Ada Larangan Mudik, 562 Pemudik Tetap Bisa Masuk Gunungkidul

Oleh Liputan6.com pada 10 Mei 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 17:00 WIB
FOTO: Nekat, Pemudik Lawan Arus Lintasi Posko Penyekatan di Kedungwaringin
Perbesar
Petugas kepolisian saat menghalau pemudik yang lawan arus di Jalan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pemudik memblokir jalan saat penyekatan di posko penyekatan mudik di Kedungwaringin. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Gununglidul - Meski ada kebijakan larangan mudik, kenyataannya sebanyak 562 pemudik tetap bisa masuk Gunungkidul. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut, jumlah tersebut tercatat hingga Minggu (9/5/2021) berdasarkan hasil Sistem Informasi Desa yang dimiliki setiap desa.

Kepala Diskominfo Gunung Kidul Kelik Yuniantoro di Gunungkidul mengatakan, total pemudik sebanyak 562 pemudik yang terdata di Sistem Informasi Desa (SID) terdiri dari pemudik lokal antar DIY mendominasi karena mencapai 467 orang. Sedangkan sisanya yang pulang dari Jakarta sebanyak 38 orang, Jawa Barat ada 33 orang, Jawa Tengah 12 orang dan Jawa Timur terdapat 9 pemudik, serta luar Pulau Jawa ada enam orang.

"Pemudik yang tercatat ini merupakan akumulasi dari data dari SID di setiap desa. Adapun teknis pendataan, di setiap desa menyiapkan petugas untuk mendata kemudian memasukkan dalam aplikasi tersebut," kata Kelik.

Menurut dia, jumlah pemudik yang pulang merupakan hasil rekapan dalam SID. Sehingga jumlahnya bisa berubah setiap harinya. Data tersebut masih berpotensi terus berkembang setiap harinya. Ia mengimbau kepada pemudik untuk menjaga 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

"Pemudik juga harus mengisolasi diri tanpa harus melakukan komunikasi dengan tetangga terlebih dahulu," katanya.

Meski pemudik yang lolos penyekatan terus bertambah, Kelik mengklaim jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah pemudik di tahun lalu. Sebagai gambaran, jelang lebaran 2020, jumlah penambahan pemudik mencapai ratusan orang setiap harinya. Namun, untuk tahun ini pertambahan kurang dari 100 orang per hari.

Kondisi ini terjadi karena efektiftas dari penyekatan yang dilakukan secara ketat dan lebih intens. Selain itu, sosialisasi agar untuk tidak mudik saat lebaran juga dinilai berhasil.

"Imbauan untuk tidak mudik dan program penyekatan dilakukan lebih masif di tahun ini. Hal ini terbukti dari jumlah pemudik yang tiba di Gunungkidul tidak sebanyak tahun lalu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pacarejo, Semanu, Suhadi mengatakan hingga Minggu siang sudah ada tujuh pemudik yang nekat pulang ke Pacarejo, jelang lebaran. Sesuai dengan instruksi dari pemkab, pemudik yang pulang akan didata untuk kemudian diinput ke SID.

Pendataan pemudik di Pacarejo ada tiga petugas. Masing-masing petugas untuk mendata mulai dari Pacarejo timur, tengah dan barat. Pendataan dibagi dalam tiga zonasi yang diharapkan mampu memantau secara rinci jumlah pemudik yang datang.

"Sampai saat ini terpantau ada tujuh orang ini kebanyakan berasal dari Jabodetabek,” kata Suhadi.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓