Keren, Pedagang di Bali Mulai Gunakan Kemasan Ramah Lingkungan

Oleh Dewi Divianta pada 09 Mei 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 09 Mei 2021, 18:00 WIB
Ny Putri Koster saat Membeli Produk IKM/UMKM Bali di Deapan kantor Gubernur
Perbesar
Ny Putri Koster saat Membeli Produk IKM/UMKM Bali di Deapan kantor Gubernur (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Liputan6.com, Denpasar - Istri Gubernur Bali Putri Koster mengajak pedagang IKM/UMKM Bali agar menggunakan tempat atau kemasan yang aman bagi kesehatan.  Dia menilai pelaku IKM/UMKM Bali makin peduli terhadap kemasan produk.

“Ibu lihat dari kemasan sudah mulai ada kemajuan, rata-rata dibuat lebih menarik. Silakan saja buat kemasan yang unik dan semenarik mungkin, tapi harus tetap memperhatikan faktor kepantasan dan kesehatan agar tidak membahayakan bagi tubuh saat makanan itu dikonsumsi,” katanya kepada awak media pelaksanaan Pasar Rakyat Pemprov Bali Menyambut Hari Raya Nasional yang digelar di Depan Kantor Gubernur Bali, Sabtu (8/5/2021).

Menurut dia, pengemasan barang dagangan para pelaku UMKM Bali terlihat menarik. Namun, saat melihat pedagang tipak cantok yang menempatkan ketupat di bokor berbahan fiber, ia menyarankan ditempatkan pada wadah berbahan anyaman bambu yang dialasi daun pisang.

Ia mengaku khawatir, ketupat yang kontak langsung dengan bahan fiber dan cat akan berdampak pada kesehatan konsumen.

“Selain kemasan yang dipercantik dan kemasan yang ramah lingkungan, yang perlu diperhatikan adalah rasa dari produk UMKM,” ujar dia.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

UMKM Berkembang di Masa Pandemi Covid-19

Di sisi lain, ia menyambut positif kegiatan Pasar Rakyat Menyambut Hari Raya Nasional yang diselenggarakan atas kerja sama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, TP PKK Provinsi Bali, Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bali, Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) dan Gatriwara Provinsi Bali do masa Pandemi Covid-19.

“Ketika masa pandemi ini melandai, IKM/UMKM kita siap. Jangan sampai yang lain sudah start, kita baru pemanasan. Apapun kegiatannya, silahkan laksanakan. Tapi dengan protokol kesehatan ketat seperti penggunaan masker, jaga jarak dan penggunaan hand sanitizer. Belajar dari negara lain, jangan sampai kita yang sudah bagus jadi ambyar lagi karena lalai,” ucapnya.

Kadis Koperasi UKM Provinsi Bali I Wayan Mardiana melibatkan 40 pelaku IKM/UMKM yang menawarkan produk komoditi seperti daging telur, beras dan produk olahan pangan lainnya.

Melihat tingginya antusiasme pelaku IKM/UMKM Bali dalam mengikuti kegiatan tersebut, Dinas Koperasi UKM Bali akan mempertimbangkan kemungkinan Pasar Rakyat Pemprov Bali menjadi agenda berkelanjutan.

Dia juga mengklaim telah melakukan sejumlah upaya. Salah satunya pelatihan digitalisasi pemasaran melalui marketplace. Mengandeng sejumlah marketplace, selama periode Januari hingga Maret 2021, Diskop UKM Bali telah melatih 1.026 pelaku UMKM dan 250 di antaranya telah bergabung dalam sistem penjualan online.

“Setelah bergabung, mereka merasakan sekali manfaatnya karena jangkauan pemasaran lebih luas dan penghasilan mereka meningkat,” ucapnya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓