13 ABK Asal India Berlabuh di Cilacap Positif Covid-19, Varian Baru B1617?

Oleh Muhamad Ridlo pada 07 Mei 2021, 13:39 WIB
Diperbarui 07 Mei 2021, 21:26 WIB
Dermaga bongkar muat di kawasan Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Dermaga bongkar muat di kawasan Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Cilacap - Sebanyak 13 anak buah kapal (ABK) di kapal berbendera asing pengangkut gula rafinasi asal India di Pelabuhan Cilacap, Jawa Tengah terdeteksi positif Covid-19.

Tetapi, belum bisa dipastikan apakah virus yang menjangkit warga negara asing (WNA) tersebut merupakan varian baru B1617, yang disebut 50 persen lebih mudah menular dan ganas.

Sebelumnya KKP Kelas 2 Cilacap melakukan rapid test antigen terhadap 20 ABK asal India yang tiba pada 24 April 2021 di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap.

Hasilnya, pada 26 April, tiga orang positif. PCR lantas dilakukan terhadap ketiga ABK tersebut dengan hasil positif. Selanjutnya tes PCR juga dilakukan terhadap seluruh awak kapal, sehingga total sebanyak 13 orang positif Covid-19.

Satgs Covid-19 lantas mengevakuasi pasien positif dan dirawat di RSUD Cilacap. Sedangkan ABK yang negatif menjalani isolasi mandiri di kapal.

Dinkes juga telah mengirimkan Genome squencing tiga ABK yang terkonfirmasi positif pada awal pengetesan ke Balitbangkes Kemenkes.

Hingga kini Dinkes Cilacap belum mengetahui apakah para ABK kapal pemberangkatan India tersebut terpapar varian baru Covid-19. Sebab, hasil pemeriksaan belum keluar.

"13 positif. Kan lagi diperiksa, jadi swabnya dikirim ke Jakarta untuk pemeriksaan genome squencingnya. Untuk melihat varian baru atau bukan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Pramesti Griana Dewi, Jumat (7/5/2021).

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Kondisi Pasien Covid-19

Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)
Perbesar
Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)

Meski ada belasan ABK India positif Covid-19, bongkar muat gula rafinasi tetap dilakukan. Pramesti bilang, kegiatan bongkar muat dilakukan dengan pengawasan ketat petugas KKP Cilacap.

Kemudian, sebanyak 49 pekerja bongkar muat dan pengawas asal Indonesia dirapid test antigen. Hasilnya seluruh pekerja negatif.

Namun begitu, untuk mengantisipasi penularan Covid-19, para pekerja bongkar muat tetap diwajibkan isolasi mandiri dengan pengawasan ketat.

Dinkes dan KSOP juga memastikan sejak 3 Mei 2021 kegiatan bongkar muat sudah dihentikan.

"Pekerja bongkar muat sudah diperiksa semua, hasilnya semuanya negatif,” kata Pramesti.

Pada 5 Mei 2021, Dinkes juga menerima informasi dari RSUD bahwa salah satu pasien mengalami gejala berat dan butuh perawatan intensif. RSUD dan Dinkes membantu pemulihan dengan memfasilitasi pengadaan plasma konvalesen dan stemcell.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by