Rumput Vetiver, Solusi Cegah Longsor di Kawasan Perbukitan di Sumsel

Oleh Nefri Inge pada 07 Mei 2021, 23:00 WIB
Diperbarui 07 Mei 2021, 23:00 WIB
Longsor Tapanuli Selatan
Perbesar
Longsor terjadi di kawasan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, Desa Marancar Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) (Istimewa)

Liputan6.com, Palembang - Bencana alam tanah longsor terutama di kawasan perbukitan, menjadi momok menakutkan bagi para warga yang tinggal di daerah tersebut.

Di tahun lalu, Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan sejumlah pemerintah daerah untuk mereboisasi perbukitan di kawasan hulu sungai.

Salah satunya dengan memanfaatkan tanaman vetiver untuk menutupi lahan perbukitan di kawasan hulu sungai. Tanaman vetiver juga berfungsi untuk mencegah banjir dan tanah longsor.

Di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) juga mempunyai daerah perbukitan, dengan potensi ancaman longsor yang bisa merusak infrastruktur hingga mengancam keselamatan jiwa penduduk setempat.

Melihat potensi tersebut, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel melirik tanaman vetiver untuk mencegah terjadinya longsoran terutama di pinggiran sungai.

Kepala BBPJN Sumsel Kgs Syaiful Anwar mengatakan, penggunaan rumput vetiver sangat cocok untuk ditanam di kawasan longsor dangkal.

Untuk menggunakan tanaman tersebut, BBPJN Sumsel akan berkoordinasi dengan BPBD Sumsel. Rumput vetiver sudah pernah dipakai di Sungai Citarum saat erosi besar-besaran beberapa tahun lalu.

“Kita bisa merangkul warga setempat saat penanaman rumput vetiver. Kita harap masyarakat bisa terbantu dari sisi ekonomi. Kita akan laksanakan ini sebagai pilot project,” ujarnya, Kamis (6/5/2021).

Harga rumput vetiver juga cukup terjangkau. Untuk 1 bongkol rumput vetiver, seharga sekitar Rp60.000-an. Rumput tersebut juga tidak perlu disiram, sehingga biaya perawatannya bisa ditekan.

Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JM) BBPJN Sumsel Yuli mengatakan, ada beberapa daerah di Sumsel yang mempunyai tipikal longsoran di pjnggir sungai karena kondisi jalan. Seperti salah satunya kawasan sungai di daerah Betung Sekayu.

Potensi longsor juga terjadi di kondisi jalan di perbukitan di Sumsel. Seperti di Kota Pagar Alam, Kabupaten Lahat dan Baturaja di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumsel.

 

 

2 dari 5 halaman

Cegah Tanah Longsor

Longsor Tapanuli Selatan
Perbesar
Bencana tanah longsor di Tapanuli Selatan (Istimewa)

Sebelum terjadi longsor di kawasan tersebut, BBPJN Sumsel merencanakan menanam rumput vetiver untuk mencegah bencana alam itu terjadi.

“(Rumput vetiver) sudah dikembangkan sejak 2008 dan dimanfaatkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah, terutama di daerah longsor yang sifatnya erosi dan dangkal,” ucapnya, Kamis (6/5/2021).

Menurutnya, tanaman vetiver mempunyai akar yang kuat sehingga bisa mengurangi potensi longsor di daerah perbukitan dan pinggiran sungai.

3 dari 5 halaman

Syarat Penanaman Vetiver

Presiden Jokowi menanam vetiver di Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (15/2/2020).
Perbesar
Presiden Jokowi menanam vetiver di Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (15/2/2020). (Liputan6.com/ Lizsa Egeham)

Untuk menanam rumput vetiver, ada beberapa kriteria khusus. Seperti kawasan tersebut merupakan kriteria longsoran dangkal dengan kedalaman 1 -1,5 meter, kemiringan lereng 30-45 derajat atau tidak terlalu tegak.

“Kontur lereng tidak lebih dari 50 derajat. Jika tingkat longsoran kurang dari 5 meter, akar vetiver bisa menjangkau hingga tanamannya tumbuh subur dan bisa mencegah tanah longsor,” katanya.

Diungkapkannya, tanaman vetiver tidak disarankan ditanam dengan kemiringan penanaman di atas 45 derajat. Terlebih jika dengan curah hujan yang tinggi, harus dikombinasikan secara mekanis.

4 dari 5 halaman

Potensi Tanah Longsor

Penanaman Rumput Vetiver di Gresik
Perbesar
Penanaman Rumput Vetiver di Gresik

BBPJN Sumsel sudah berkoordinasi dengan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Kementerian PU, terkait penggunaan rumput vetiver tersebut. Serta menggelar survei ke daerah rawan longsor di Kota Pagar Alam Sumsel.

“Target kita akan ada satu percontohan penggunaan vetiver di Sumsel. Serta akan bekerjasama dengan Direktorat Bintek setelah lebaran nanti,” katanya.

Saat ini, ada sekitar 90 titik lereng yang berpotensi longsor berdasarkan hasil survey BBPJN Sumsel. Yaitu lereng potensi tinggi, sedang dan rendah. Namun sudah ditangani sebanyak 20 titik lereng berpotensi tinggi di tahun 2020-2021

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :

Lanjutkan Membaca ↓