Ratusan Penumpang Padati Pool Bus di Medan Jelang Larangan Mudik

Oleh Reza Efendi pada 05 Mei 2021, 14:03 WIB
Diperbarui 05 Mei 2021, 14:03 WIB
Pool Bus ALS di Medan
Perbesar
Pool bus ALS di Medan

Liputan6.com, Medan Pemerintah Republik Indonesia memberlakukan larangan mudik Lebaran mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021. Jelang pemberlakukan larangan mudik, ratusan calon penumpang memadati pool bus di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Salah satunya di pool bus PT Antar Lintas Sumatera (ALS), Jalan Sisingamangaraja, Medan. Pada Selasa, 4 Mei 2021, sebanyak 500 orang memadati pool bus ALS dengan tujuan Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, dan Sumatera Barat (Sumbar).

Mereka diberangkatkan menggunakan 15 unit bus ALS. Seorang penumpang bernama Toni mengatakan, biasanya pulang ke kampung halaman di Padang Sidempuan 3 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Karena ada larangan mudik, pria 36 tahun ini pulang lebih cepat.

"Takutnya, nanti enggak bisa pulang. Saya ambil cuti lebih panjang," kata Toni.

Penumpang lainnya bernama Indah Anggeini mengaku akan berangkat ke Padang Sidempuan bersama 2 temannya. Sebelumnya mahasiswi Universitas Syiah Kuala ini berangkat dari Aceh menggunakan bus ALS pada Senin, 3 Mei 2021.

"Kalau mudik tahun sebelumnya tidak seramai ini, karena tidak dibatasi kapan bus beroperasi dan tidak. Tahun ini dibatasi, sebelum diberlakukannya larangan mudik kami pulang kampung," ujarnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Jumlah Penumpang Turun Drastis

als
Perbesar
Bus ALS

Humas PT ALS, Alwi Matondang mengatakan, pada tahun 2020 tidak ada catatan jumlah penumpang saat mudik Lebaran, karena tutup beroperasi selama 3 bulan. Namun dibandingkan 2019 sangat drastis perbedaannya, penurunan jumlah penumpang mencapai 80 persen.

Untuk penumpang dari Jawa biasanya terjadi lonjakan dari Jakarta tujuan Sumut. Setelah Lebaran, lonjakan dari Sumut tujuan Jakarta dan Jawa. Pada 2 Mei 2021, pihaknya memberangkatkan 60 orang dengan 2 unit armada menuju Jawa.

"Terkait larangan mudik, kita stop operasi 6 sampai 17 Mei, dan operasi 18 Mei 2021. Sopir terpaksa diistirahatkan, kita juga dalam kondisi sulit," ungkapnya.

Alwi berharap pandemi Covid-19 segera berlalu, dan ekonomi kembali normal kembali sehingga dapat melakukan kehidupan yang baru. Mengenai harga tiket masih normal, dan syarat keberangkatan wajib mematuhi protokol kesehatan.

"Harus pakai masker, hand sanitizer, protokol kesehatan, lah. Oh iya, wajib bawa surat kesehatan atau rapid test juga," sebutnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓