Kisah Pilu Perempuan di Ogan Ilir, Dirudapaksa Pamannya dan Bayinya Meninggal Dunia

Oleh Nefri Inge pada 04 Mei 2021, 01:30 WIB
Diperbarui 04 Mei 2021, 01:30 WIB
Kisah Pilu Perempuan di Ogan Ilir, Dirudapaksa Pamannya dan Bayinya Meninggal Dunia
Perbesar
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Ogan Ilir, Siti Khadijah Mikhailia Khairunisa Alamsjah, menjenguk SS, korban rudapaksa yang dilakukan pamannya sendiri (Liputan6.com / Nefri Inge)

Liputan6.com, Palembang - Rasa sedih masih menggelayuti SS (27), warga asal Desa Rantau Desa Rantau Panjang Ilir, Kecamatan Rantau Panjang Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel).

Dia menjadi korban rudapaksa, yang dilakukan oleh pamannya sendiri di rumahnya sekitar sembilan bulan lalu. Akibat tindakan asusila yang dilakukan pamannya sendiri, SS akhirnya hamil di tengah trauma mendalam yang dialaminya.

Di bulan Ramadan 1442 Hijriah, SS akhirnya melahirkan bayinya. Namun, kedukaan kembali menggelayutinya. Karena anak pertamanya akhirnya menghembuskan nafas terakhir usai dilahirkan.

Perasaan yang hancur beriringan dengan kondisi tubuh SS yang kian memburuk. Dia hanya bisa terbaring lemah di atas kasurnya.

Kisah pilu SS akhirnya terdengar oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Ogan Ilir, Siti Khadijah Mikhailia Khairunisa Alamsjah.

Tikha, sapaan akrabnya, didampingi Kepala UPTD PPA Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Sumsel langsung mendatangi kediaman SS.

“Ketika kami temui, korban terbaring lemah di atas kasur. Karena kekurangan nutrisi dan mengalami trauma mendalam,” ucapnya, Senin (3/5/2021).

Istri dari Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar tersebut, langsung menginstruksikan kepada petugas kesehatan, untuk dirawat secara intensif ke Puskesmas Tanjung Raja Ogan Ilir.

Menurutnya, SS juga mendapatkan pendampingan oleh tim psikolog, untuk pemulihan psikologisnya.

“Sebagai seorang perempuan, saya sangat berduka atas apa yang dialami SS. Insyaallah Pemkab Ogan Ilir akan berupaya membantu korban dan kita memberikan bantuan juga,” katanya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tersangka Sudah Ditangkap

Kisah Pilu Perempuan di Ogan Ilir, Dirudapaksa Pamannya dan Bayinya Meninggal Dunia
Perbesar
SS (27), warga Kabupaten Ogan Ilir Sumsel dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif (Liputan6.com / Nefri Inge)

Dia berharap agar kekerasan fisik maupun asusila tidak dialami lagi oleh perempuan-perempuan di Ogan Ilir Sumsel.

"Mari bersama-sama mendoakan, agar korban bisa kembali pulih, sehat, bahagia dan damai lahir batin seperti sedia kala,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandhy mengatakan, tersangka perbuatan asusila tersebut memang merupakan anggota keluarga SS.

“Tersangka adalah pamannya sendiri dan sudah kita tangkap. Saat ini sedang diproses,” ucapnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini :

Lanjutkan Membaca ↓