Mengubah Sampah Jadi Berkah bukan Musibah

Oleh Dewi Divianta pada 05 Mei 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 05 Mei 2021, 19:00 WIB
Ny Putri Koster
Perbesar
Ny Putri Koster (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Liputan6.com, Denpasar - Persoalan sampah di Bali perlu mendapat perhatian serius dari semuanya, mengingat sampah yang tidak terkelola dengan baik bisa menjadi bom waktu yang berimbas pada kelestarian lingkungan alam sekitar. Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi dibutuhkan dukungan dan kerja sama semua pihak.

Khususnya di Bali yang menjadi sorotan lantaran pariwisatanya. Menanggapi soal sampah di Bali, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Koster angkat bicara.

Menurutnya, perlu ditumbuhkan kesadaran dalam masyarakat untuk mulai memilah sampah serta mengolah sampahnya sendiri dan langsung selesai di sumbernya. Demikian disampaikan Putri Koster di Denpasar, Senin (3/5/2021).

Ia menyebut persoalan sampah dapat diselesaikan sedekat mungkin dengan sumber sampah sehingga bisa seminimal mungkin yang dibawa ke TPA, yaitu berupa residu. 

"Pola lama penanganan sampah, yaitu kumpul-angkut-buang, harus kita ubah dengan mulai memilah dan mengolah sampah di sumber. Siapa yang menghasilkan sampah, dia lah yang bertanggung jawab untuk mengelola atau mengolah sampah itu sampai selesai. Jangan sampai sampah yang kita hasilkan mengotori desa atau wilayah lainnya. Desaku bersih tanpa mengotori desa lainnya, rumahku bersih tanpa mengotori rumah lainnya," kata dia. 

2 dari 3 halaman

Kelola Sampah Jadi Produk Unggulan

Menurutnya, pengelolaan sampah yang dilakukan di rumah tangga dan kawasan/fasilitas bisa dikelola secara mandiri atau bekerja sama dengan desa adat dan desa/kelurahan.

"Desa adat dapat bersinergi dengan desa/kelurahan dalam melakukan pola pengelolaan sampah, yang selanjutnya dilakukan pembinaan hingga ke tingkat rumah tangga di mana pembinaan tersebut dapat dilakukan oleh kader-kader PKK yang ada di setiap desa," ucap dia.

Ia mengajak seluruh kader PKK untuk berperan aktif dalam melakukan sosialisasi dalam upaya pengelolaan sampah berbasis sumber. Sampah organik dapat dikelola menjadi pupuk kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman yang ada di halaman rumah.

"Ke depan PKK akan mengadakan lomba di tingkat desa terkait pengelolaan sampah. Untuk itu, kita bangun kesadaran masyarakat, kita siapkan pola yang terbaik sehingga sampah tidak lagi menjadi musibah tetapi bisa menjadi berkah karena kita mampu mengelolanya dengan sangat baik," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓