Nasib Pengendara Motor dan Pikap yang Tersembur Erupsi Kawah Sileri Dieng

Oleh Muhamad Ridlo pada 30 Apr 2021, 15:06 WIB
Diperbarui 30 Apr 2021, 15:54 WIB
Kondisi Kawh Sileri, Dieng, Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/BPBD BNA)
Perbesar
Kondisi Kawh Sileri, Dieng, Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/BPBD BNA)

Liputan6.com, Banjarnegara - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa letusan Kawah Sileri, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis malam (29/4/2021).

Tak ada pula permukiman yang terdampak langsung. Pasalnya, rumah penduduk terdekat berjarak lima kilometer dari kawah paling aktif di Dieng ini.

Namun begitu, BPBD dan instansi terkait menutup sementara area Kawah Sileri yang berada di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tersebut, usai terjadinya letusan freatik.

“Biasanya tiap tahun selalu erupsi. Tapi kalau yang sekarang ini terakhir tiga tahun lalu,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Aris Sudaryanto, Jumat (30/4/2021).

Dia mengatakan mesti menutup kawasan wisata Sileri dan area pertanian di sekitarnya. Warga dilarang berakvitas dengan radius 500 meter.

BPBD dan kepolisian juga menutup jalan dari Desa Pekasiran ke Objek Wisata Kawah Sileri. Pasalnya, Dikhawatirkan terjadi letusan susulan dan dapat membahayakan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.

 

2 dari 3 halaman

Dampak Semburan Lumpur dan Batu

Kondisi Kawh Sileri, Dieng, Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/BPBD BNA)
Perbesar
Kondisi Kawh Sileri, Dieng, Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/BPBD BNA)

Saat meletus pada Kamis malam (29/4/2021), ada dua kendaraan yang jadi korban semburan lumpur. Yakni, mobil pikap dan sepeda motor.

Beruntung pengendara selamat karena hanya terkena lumpur dingin. Material letusan sempat menutup dua titik jalan. Pada Jumat pagi dilakukan pembersihan dan kini sudah bisa dilalui.

“Pengendara tidak apa-apa karena lumpurnya dingin. Tadinya panas, setelah kena udara dingin,” dia menjelaskan.

Dalam penelitian PVMBG dan BPBD, radius semburan mencapai 300 meter. Adapun material yang disemburkan yakni bebatuan tangan dengan jarak terjauh 200 meter dan lumpur sejauh 300 meter ke arah timur dan 200 meter ke arah barat.

“Imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar Kawah Sileri. Karena sedang dilakukan penelitian oleh BPBD dan PVMBG untuk menentukan leveling status kawah tersebut. Sementara arus lalu lintas kita tutup terlebih dahulu dari arah Pekasiran,” ucap dia.

Sebelumnya Kawah Sileri meletus pada 2018. Kala itu, setidaknya 20 wisatawan terluka. Akan tetapi, luka korban bukan karena dampak material letusan freatik Kawah Sileri, melainkan karena lari panik dan terjatuh saat terjadi erupsi.

Aris mengungkapkan, Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Banjarneegara, tak berpotensi mengeluarkan gas beracun, sebagaimana Kawah Timbang dan Sinila, yang sama-sama berada di Dataran Tinggi Dieng.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓