Kawah Sileri di Dieng Erupsi Freatik, PVMBG: Status Normal

Oleh Huyogo Simbolon pada 30 Apr 2021, 00:08 WIB
Diperbarui 30 Apr 2021, 00:10 WIB
Kawah Sileri usai meletus pada 2 April 2018 . (Foto: Liputan6.com/BPBD Banjarnegara/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Kawah Sileri usai meletus pada 2 April 2018 . (Foto: Liputan6.com/BPBD Banjarnegara/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Bandung - Kawah Sileri di Dataran Tinggi Dieng (DTD), Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah mengalami erupsi freatik pada Kamis (29/4/2021) pukul 18.25 WIB. Tingkat aktivitas Gunung Dieng saat ini masih pada level I atau normal.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Andiani mengatakan, erupsi freatik ini menghasilkan lontaran material 400 meter ke arah selatan berupa material batuan sejauh 200 meter dan lumpur hingga 400 meter.

Selain itu, lontaran ke arah timur berupa material batuan sejauh 200 meter dan lumpur hingga 300 meter, serta ke arah barat 200 meter berupa lumpur.

Andiani menjelaskan, tinggi lontaran lumpur tidak teramati karena terjadi malam hari.

"Berdasarkan kegempaan, jumlah dan jenis gempa yang terekam pada 29 April 2021 terekam satu kali gempa letusan pada pukul 18.25 WIB dengan amplitudo maksimum 42,7 mm dan lama gempa 108,15 detik," kata Andiani dalam keterangan tertulis, Kamis (29/4/2021).

Menurut Andiani, erupsi yang terjadi bersifat freatik, tidak didahului oleh kenaikkan gempa-gempa vulkanik yang signifikan, menandakan tidak adanya suplai magma ke permukaan.

Andiani mengatakan, erupsi freatik yang terjadi pada 29 April 2021 ini lebih diakibatkan oleh over pressure dan aktivitas permukaan. Selain itu, erupsi hanya berlangsung singkat, tidak diikuti oleh kenaikan kegempaan dan perubahan visual yang mengarah pada rangkaian erupsi yang lebih besar.

Terkait potensi bahaya dari erupsi freatik ini, Andiani menyatakan, mengingat sifat dan karakter erupsi Gunung Dieng yang masih bisa terjadi dengan tidak didahului oleh peningkatan aktivitas visual ataupun kegempaan.

"Potensi ancaman bahaya berupa semburan material batuan dan lumpur di sekitar kawah," ujarnya.

Andiani menambahkan, aktivitas vulkanik Gunung Dieng khususnya Kawah Sileri pasca-erupsi freatik, baik secara visual maupun instrumental tidak teramati adanya gejala perubahan sifat erupsi ataupun peningkatan potensi ancaman bahaya. Selain itu, sebaran material erupsi 29 April 2021 masih pada radius kawasan rawan bencana yang direkomendasikan.

"Untuk saat ini diimbau untuk tidak memasuki area kawah Sileri dengan radius 500 meter dari bibir kawah Sileri," tutur Andiani.

Adapun tingkat aktivitas Gunung Dieng adalah level I atau normal sejak 2 Oktober 2017. Erupsi freatik terakhir terjadi pada 1 April 2018.

PVMBG merekomendasikan agar dalam tingkat aktivitas level, masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendekati Kawah Sileri pada radius 500 meter dari bibir kawah, serta tidak beraktivitas di sekitar Kawah Timbang untuk menghindari ancaman gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi yang dapat membahayakan jiwa.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓