Berhitung Efektivitas Larangan Mudik untuk Cegah Tsunami Covid-19 Seperti di India

Oleh Liputan6.com pada 28 Apr 2021, 04:30 WIB
Diperbarui 28 Apr 2021, 04:30 WIB
FOTO: Ada Larangan Mudik, Jalan Tol Dibatasi Mulai 24 April 2020
Perbesar
Sejumlah kendaraan melintasi ruas Tol Jagorawi, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Mulai 24 April 2020, pemerintah akan memberikan sanksi bagi warga yang nekat keluar masuk wilayah Jabodetabek dan wilayah zona merah virus corona COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Purwokerto - Ahli epidemiologi lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dr. Yudhi Wibowo, Selasa mengatakan kebijakan larangan mudik Idul Fitri 2021 harus benar-benar diterapkan guna mencegah penyebaran COVID-19.

"Kebijakan pelarangan mudik sudah sangat tepat sehingga harus benar-benar diimplementasikan serius di lapangan," katanya di Purwokerto, Jawa Tengah, dikutip Antara.

Dia mengatakan pada saat ini upaya maksimal dalam mencegah penyebaran COVID-19 harus terus dilakukan guna mencegah kemunculan gelombang baru.

"Tentunya kemunculan gelombang baru seperti yang terjadi di India bisa menjadi contoh agar pemerintah dan masyarakat terus memperkuat protokol kesehatan," katanya.

Dia mengingatkan agar masyarakat senantiasa menjaga jarak fisik dan tidak berkerumun.

"Masyarakat harus taat protokol kesehatan dan mematuhi kebijakan pemerintah untuk tidak mudik," katanya.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Akselerasi Vaksinasi Covid-19

Polisi dan TNI melakukan pengetatan penyekatan dan pengawasan di sejumlah titik perbatasan sejak diberlakukannya larangan mudik lebaran 2020.
Perbesar
Polisi dan TNI melakukan pengetatan penyekatan dan pengawasan di sejumlah titik perbatasan sejak diberlakukannya larangan mudik lebaran 2020.

Selain itu, dia juga mengingatkan agar pemerintah terus mempercepat akselerasi vaksinasi guna mencapai target kekebalan kelompok atau "herd immunity".

"Herd immunity tercapai jika 70 persen penduduk telah divaksin. Sementara pada saat ini masih jauh dari 70 persen. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap disiplin prokes 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas," katanya.

Dengan disiplin yang tinggi menerapkan protokol kesehatan, kata dia, maka upaya mencegah penyebaran COVID-19 akan berjalan efektif dan juga optimal.

"Saat ini masyarakat masih berada di tengah pandemi COVID-19, sehingga harus menjalankan dan saling mengingatkan protokol kesehatan," katanya.

Menurut dia, dengan berbagai upaya yang optimal diharapkan dapat mencegah penyebaran COVID-19.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓