Mimpi Garut Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Nasional

Oleh Jayadi Supriadin pada 28 Apr 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 28 Apr 2021, 07:00 WIB
Jaket Kulit sukaregang menjadi salah satu produk handmade masyarakat Garut, yang sejak lama diakui di Indonesia.
Perbesar
Jaket Kulit sukaregang menjadi salah satu produk handmade masyarakat Garut, yang sejak lama diakui di Indonesia. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Garut - Sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Barat, Garut memiliki potensi untuk menjadi daerah pusat ekonomi kreatif nasional. Selain didukung potensi alam yang besar, populasi warga yang juga terbilang banyak, menjadi modal yang bisa dioptimalkan.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyatakan, saat ini Garut memiliki potensi hingga 16 subsektor ekonomi kreatif, sehingga dibutuhkan ide dan kreasi warga untuk mengembangkan.

"Terus terang dari 16 subsektor ekonomi kreatif di Kabupaten Garut yang berkembang itu baru kuliner, kriya, fesyen," ujar dia, di sela-sela pengukuhan pengurus Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kabupaten Garut, Senin, 26 April 2021.

Menurut Helmi, potensi alam dan masyarakat yang melimpah, bisa menjadi sumber utama dalam menggerakan ekonomi kreatif di Garut. Untuk itu, dibutuhkan gerakan bersama dalam upaya mengoptimalkan potensi yang ada.

"Saya berharap hadirnya Gekrafs ini mampu menggerakan ekonomi kreatif makin bervariasi tetapi saya titip peliharalah air dan juga hutan," kata dia.

Untuk mendukung rencana mulia tersebut, Helmi meminta agar masyarakat meningkatkan mutu sumber daya manusia, sehingga memiliki daya saing untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif.

"Daya saing kita ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang kita punya saat ini," ujarnya.

Ketua Umum Gekrafs Pusat, Kawendra Lukistian, menyatakan sebelum istilah ekonomi kreatif muncul, Kabupaten Garut sudah terlebih dahulu menjadi pelaku ekonomi kreatif yang telah diakui sejak lama hingga mancanegara.

Sebut saja beberapa hasil ekonomi kreatif yang dihasilkan Garut yang sudah diakui dunia yakni kerajinan kulit, dodol hingga kerajinan lainnya.

"Artinya apa? Sebelum ada istilah ekonomi kreatif yang ngehits sekarang ini, Garut sudah menjadi pelakunya,” kata Kawendra.

Ketua Gekrafs Garut, Hendro Sugiarto menambahkan, menggunakan tagline atau tema "Nol Kilometer Menuju Kabupaten Kreatif", ia berharap mampu menghidupkan potensi ekonomi kreatif menjadi penggerak ekonomi di Garut.

Saat ini, sendi utama perekonomian di Garut masih didominasi pertanian, kemudian ekonomi industri, serta ekonomi informatif. "Makanya kita harus mendorong bagaimana Kabupaten Garut mencoba lebih aware, peduli, sehingga ekosistem ekonomi kreatif lebih baik," kata dia.

2 dari 2 halaman

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓