Kisah Gus Yasin, Vespa Tua dan Anak-Anak Yatim di Perbatasan Jatim

Oleh Felek Wahyu pada 25 Apr 2021, 05:30 WIB
Diperbarui 25 Apr 2021, 05:30 WIB
Vespa tua kendaraan Gus Yasin dan santri sambangi warga di perbatasan Jateng dan Jatim di bulan Ramadhan. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)
Perbesar
Vespa tua kendaraan Gus Yasin dan santri sambangi warga di perbatasan Jateng dan Jatim di bulan Ramadhan. (Foto: Liputan6.com/Felek Wahyu)

Liputan6.com, Rembang - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, menggelar bakti sosial dan tarawih keliling dengan mendatangi wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Wakil Gubernur yang juga dikenal sebagai Panglima santri gayeng, mengisi rangakaian dengan jamaah salat Isya dan tarawih di Masjid Al-Karim Desa Baturno, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang yang juga tempat kelahirannya.

Kepada Liputan6.com, Sabtu (24/4) Gus Yasin bercerita datang ke Desa Baturno, Kecamatan Sarang, yakni desa yang berbatasan dengan Jawa Timur itu, mengendarai vespa didampingi Santri Gayeng Nusantara Kabupaten Rembang.

Tidak saja bertindak sebagai Imam salat tarawih, Gus Yasin memberikan mauidhoh dan menyerahkan bantuan sembako dan uang kepada anak-anak yatim piatu.

“Tetap kuat puasa ya,” pesan Gus Yasin.

Di masa pendemi, anak-anak diharapkan tetap menjaga semangat belajar kendati banyak keterbatasan bagi siswa yang tinggal di perbatasan. Dengan semangat belajar dan berdoa diharapkan pendemi akan segera berakhir.

Masih tetap naik vespa tua, Orang nomor dua di Jawa Tengah tersebut selanjutnya menuju ke lokasi penyandang disabilitas di Desa Banoan Kecamatan Sarang,

Gus Yasin menyerahkan langsung bantuan berupa kursi roda kepada Mbak Asmi (21). Didatangi Wakil Gubernur muda yang sebelumnya hanya dilihatnya di televisi, Asmi merasa senang. Pasalnya, tidak hanya bertemu langsung dengan Gus Yasin, namun pertemuan mereka membawa kebahagiaan bagi penyandang disabilitas sejak lahir itu.

Bahkan, Asmi dengan mata berkaca-kaca secara berulang mengucapkan syukur atas hadiah Ramadan yang diterima.

"Terimakasih atas bantuanya semoga berkah. Saya sangat senang," ucapnya.

 

2 dari 3 halaman

Santri Jadi Motor Aksi Sosial

Selanjutnya di akhir rangkaian kegiatan bakti sosial Gus Yasin beserta rombongan yang semuanya naik sepeda motor menuju Desa Sampung kecamatan Sarang sejauh kurang lebih 8 kilometer, di lokasi tersebut beliau meninjau warung Santri Gayeng "Mami".

"Warung yang awalnya dulu disini ada tetapi dengan adanya pandemi akhirnya tidak bisa beroperasi lagi, atas inisiasi teman-teman Santri Gayeng alhamdulillah kami bisa bantu dan sudah ada warungnya lagi," jelas Syueb.

Pembukaan warung sekaligus pemotongan pita dilakukan langsung oleh Panglima Santri Gayeng (Gus Yasin), beliau mengungkapkan, "Terimakasih kepada semua relawan, anggota dan donatur Santri Gayeng Nusantara yang sudah bersusah payah untuk memberikan contoh ke masyarakat ditengah pandemi ini, contoh untuk bangkit dari keterpurukan,".

Gus Yasin berharap kegiatan sosial lebih banyak digelar dalam mengisi Ramadan. Santri, diharapkan menjadi motor untuk organisasi-organisasi sosial lainya untuk bersinergi guna membantu orang yang membutuhkan.

“Kita bareng-bareng membantu yang membutuhkan, kita data kemiskinan di tiap daerah masing-masing di sekitar tempat tinggal dan pondok tempat nyantri dan kita bantu bersama-sama,” pintanya.

Kendati tidak bisa memenuhi semua kebutuhan, namun kebersamaan dalam menghadapi masalah tentu akan lebih menguatkan terutama bagi santri maupun warga yang berkekurangan.

“Tidak besar memang, tapi kalau ini bisa dilakukan oleh setiap organisasi dan setiap manusia yang mampu untuk membantu serta menyisihkan sedikit rizkinya. Harapannya bisa membantu pertumbuhan ekonomi dan membantu negara Indonesia dalam recovery ekonomi," ucap Gus Yazin.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓